Erick Thohir Sayangkan Indonesia Belum Bisa Kelola Manajemen Untuk Bangkit Dari Virus Corona

Husnie, otonominews.co.id
Rabu, 20 Mei 2020 | 22:47 WIB


Erick Thohir Sayangkan Indonesia Belum Bisa Kelola Manajemen Untuk Bangkit Dari  Virus Corona
Menteri BUMN Erick Tohir


JAKARTA, (otonominews) -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir menjelaskan ada tiga negara yang dinilai kuat dalam menghadapi dampak pandemi corona (Covid-19). Indonesia mempunyai modal besar untuk melawan dampak penyebaran wabah virus corona.  

"Indonesia memiliki 2 dari 3 kriteria negara yang memiliki 'amunisi' untuk bangkit dari dampak virus corona," ujar  Erick, Rabu (20/5/2020).

Meski telah memiliki kedua "amunisi" tersebut, Erick menyayangkan tata kelola atau manajemen di Indonesia masih belum baik. Satu, negara yang punya market (pasar) besar seperti Indonesia, Dua, sumber daya alam yang kuat. "Terakhir tantangan kita bagaimana punya manajemen baik untuk mendukung supply chain (rantai pasokan)," tuturnya.

Ia mengatakan agar dua potensi itu bisa dimaksimalkan BUMN sebagai kepanjangan tangan pemerintah akan melakukan transformasi dengan cara berkolaborasi dengan BUMD, BUMDes, Swasta, dan mitra strategis.

"Upaya tersebut akan dilakukan dengan membangun ekosistem yang sehat lewat kolaborasi antara BUMN, BUMD, BUMDes, Swasta, dan mitra strategis," katanya.

Erick juga menerangkan, ada 3 negara yang dinilai kuat dalam menghadapi Covid-19. Satu, negara yang punya market (pasar) besar seperti Indonesia. Dua, sumber daya alam yang kuat, kita juga masuk. 

"Terakhir tantangan kita bagaimana kita punya manajemen baik untuk mendukung supply chain (rantai pasokan)," ungkapnya.

Selain itu, transformasi lainnya yang sudah dilakukan oleh Erick adalah diklasifikasi perseroan sesuai fokus perusahaan BUMN terkait. Katanya, selama ini tidak adanya kejelasan fokus perusahaan BUMN yaitu nilai ekonomi dan tujuan pelayanan publik.

Ia memberikan contoh Telkomsel selaku anak usaha PT Telkom (Persero) Tbk yang fokus untuk melakukan nilai ekonomi. Sedangkan PT Pupuk Indonesia (Persero) akan fokus untuk pelayanan publik. Sementara, fokus keduanya dilakukan oleh PT BRI (Persero) Tbk.

"Dengan Keputusan Presiden (kepres) yang sudah diterima, dapat menutup (BUMN), menggabungkan atau membentuk kemitraan strategis. Jadi, untuk memperkuat fundamental BUMN yang fokus ke bisnisnya," kata Erick.


ARTIKEL TERKAIT