Semua Berbasis Pada Sains, Bukan Kira-kira

Anies: Jika warga Jakarta Disiplin, Bisa Menjadi PSBB Penghabisan pada 4 Juni Mendatang

Husnie, otonominews.co.id
Rabu, 20 Mei 2020 | 08:33 WIB


Anies: Jika warga Jakarta Disiplin, Bisa Menjadi PSBB Penghabisan pada 4 Juni Mendatang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan


JAKARTA, (otonominews) --  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 14 hari ke depan hingga tanggal 4 Juni 2020. 

"Jakarta akan menambah PSBB selama 14 hari, dan ini bisa menjadi PSBB penghabisan jika disiplin," kata Anies dalam konferensi pers, Selasa sore (19/5/2020) dalam konferensi persnya yang disiarkan langsung di kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan ini pun optimis bahwa perpanjangan PSBB kali ini akan jadi yang terakhir.

"Karena itu mulai 14 hari ke depan mulai tanggal 22 sampai dengan tanggal 4 (Juni) ini adalah masa menentukan, apakah kita akan rata, apakah kita akan naik, atau kah kita akan turun," kata Anies.

Anies kembali mengingatkan seluruh warga Jakarta untuk disiplin dalam mematuhi PSBB. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melonggarkan aturan PSBB dan meminta warga Jakarta untuk tidak mudik.

PSBB DKI Jakarta akan selesai pada 21 Mei mendatang. Anies mengatakan perpanjangan PSBB agar penyebaran virus corona di Jakarta dapat ditekan

Jika warga tetap berada di rumah, diprediksi kasus harian Covid-19 pada 10 -14 hari ke depan akan menurun, dan begitu pula sebaliknya.

"Jadi langkah yang kita lakukan Pemprov DKI menyampaikan bahwa Jakarta menambah PSBB 14 hari mulai 22 Mei sampai 4 Juni dan ini bisa menjadi PSBB penghabisan jika kita disiplin," tutur Anies.

Dalam kesempatan tersebut Anies juga memaparkan perkembangan pengendalian pandemi Covid-19 di ibu kota.

Sebelumnya, Anies sudah menetapkan PSBB di Jakarta. PSBB ini dimulai pada 10 April-23 April 2020. Fase awal ini digunakan untuk melakukan sosialisasi kepada warga tentang penerapan PSBB di Jakarta.

Awal pertengahan Maret, jelas Anies,  terjadi peningkatan orang yang berada di rumah saja, bahkan di Jakarta hampir 60 persen dari wargga Jakarta berada di rumah saja.

Anies menjelaskan angka Reproduction Number (R0) di Jakarta mulai menurun semenjak Maret dari angka 4 hingga 1,11. 

"Angka ideal R0 adalah di bawah 1, yang menandakan "tidak lagi menularkan," papar Anies.  

Namun, lanjutnya,i bulan Mei jumlah laporan kasus per hari mengalami peningkatan kembali, seakan kita menuju gelombang kedua

"Kami mengambil semua keputusan mengandalkan temuan-temuan ilmiah, ini semua berbasis pada sains, bukan kira-kira," pungkasnya. 


ARTIKEL TERKAIT