Setelah Lebaran, Partai Gelora Indonesia akan Terima SK dari Kemenkumham RI

Mawi, otonominews.co.id
Rabu, 20 Mei 2020 | 03:31 WIB


Setelah Lebaran, Partai Gelora Indonesia akan Terima SK dari Kemenkumham RI
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, M. Anis Matta (tengah) bersama pengurus


JAKARTA, (otonominews) -- Setelah satu setengah bulan menjalani proses verifikasi administratif dan faktual, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia pada Selasa (19/5/2020) telah mendapatkan SK Kemenkumham RI sebagai badan hukum partai politik.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik dalam keterangan persnya yang diterima wartawan, Selasa malam (19/5/2020).

“Alhamdulillah, di tengah suasana 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini, kami mendapatkan kabar dari Pak Menteri Yasonna H. Laoly bahwa SK Menkumham untuk Partai Gelora sudah ditandatangani. Insya Allah setelah lebaran, akan dilakukan seremoni penyerahan SK dari Menkumham kepada Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, M. Anis Matta. Mohon doanya," ungkap Mahfuz.

Sebelumnya, pada 31 Maret 2020, Partai Gelora Indonesia telah secara resmi mendaftarkan diri ke Kemenkumham sebagai partai politik. Selain kepengurusan pusat, juga didaftarkan kepengurusan 34 DPW, 484 DPD dan 4394 DPC. 

Menurut Direktur Tata Negara Ditjen AHU Kemenkumham, Dr. Baroto, SH. MH, proses verifikasi administratif telah selesai pada tgl 21 April 2020, dilanjutkan verifikasi faktual yang telah selesai pada 11 Mei lalu.

“Untuk penyerahan SK Menkumham nantinya akan dilakukan melalui pertemuan virtual, dan kabarnya akan dihadiri seluruh jajaran pimpinan Partai Gelora Indonesia dari Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pak Menteri akan menjadwalkan setelah libur Idul Fithri," papar Baroto.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, M. Anis Matta yang juga mantan Presiden PKS, menyambut gembira dan bersyukur atas telah ditandatanganinya SK Menkumham untuk partai besutannya.

“Partai ini lahir di tengah krisis. SK-nya ditandatangani menjelang malam-malam Lailatul Qadar. Tugas besar kami membangun gelombang solidaritas rakyat untuk mampu keluar dari krisis, dan selanjutnya membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan utama dunia," tandas Anis. 


ARTIKEL TERKAIT