Bukan Dispensasi Akibat Wabah Covid-19

MUI Bolehkan Shalat Idul Fitri Di Masjid, Mushala, atau Tanah Lapang Dengan Mengikuti Protokol Kesehatan

Husnie, otonominews.co.id
Selasa, 19 Mei 2020 | 04:43 WIB


MUI Bolehkan Shalat Idul Fitri Di Masjid, Mushala, atau Tanah Lapang Dengan Mengikuti Protokol Kesehatan
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh (Foto: BNPB)


JAKARTA, (otonominews) -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan shalat Idul Fitri bisa dilaksanakan di masjid, mushala, atau tanah lapang jika masyarakat tinggal di kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan.

Hal itu dikatakan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19 dan tidak ada keluar masuk orang).

"Hukum Shalat Idul Fitri adalah sunah dan dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah dapat dilakukan di tanah lapang, masjid, mushola, atau di rumah," ujar Asrorun Ni'am Sholeh, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (18/5/2020).

Namun, Asrorun mengingatkan, selama melaksanakan shalat Idul Fitri, baik di luar atau dalam rumah, masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Penyelenggaraan shalat Idul Fitri harus disertai upaya pencegahan penularan  virus corona atau Covid-19," imbuhnya.

Sementara itu, shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah jika masyarakat tinggal di kawasan dengan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Tata cara sholat Ied pun bisa dilakukan sesuai dengan yang sudah dilakukan dari tahun ke tahun. Sholat Ied berjamaah di rumah minimal 4 Orang.

"Teknis sholat Ied di rumah, prinsipnya sama, bisa berjamaah atau sendiri. Kalau berjamaah minimal empat orang," jelas Asrorun.

MUI telah mengeluarkan fatwa mengenai panduan shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19. Dalam fatwa bernomor 28 tahun 2020 itu diterbitkan pada Rabu (13/5/2020).

MUI membolehkan pelaksanaan shalat Idul Fitri di luar rumah, khusus bagi masyarakat yang tinggal di kawasan dengan kondisi pandemi terkendali.

"Salah satu indikasinya ditandai angka penularan sudah menunjukkan kecenderungan menurun dan ada public policy terkait dengan pelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan," terang Asrorun.
   
Tindakan pencegahan dapat dilakukan, antara lain dengan memperpendek bacaan shalat dan juga pelaksanaan khotbah.

"Baik dilaksanakan di luar maupun di dalam rumah, shalat Idul Fitri harus melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya potensi penularan," kata Asrorun.

Asrorun mengatakan, ketentuan mengenai pelaksanaan shalat Idul Fitri di dalam maupun di luar rumah ini bukan dispensasi akibat wabah Covid-19.

"Ini hukum asal, ini bukan dispensasi, bisa dilaksanakan di luar dan dalam (rumah)," kata dia.


ARTIKEL TERKAIT