PSBB Jabar Akan Berakhir Rabu Mendatang, Masih 50 Persen Daerah Zona Merah

Husnie, otonominews.co.id
Senin, 18 Mei 2020 | 00:42 WIB


PSBB Jabar Akan Berakhir Rabu Mendatang, Masih 50 Persen Daerah Zona Merah
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil


BANDUNG, (otonominews) -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan, berdasarkan evaluasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) se Jabar akan berakhir pada Rabu (19/5/2020) mendatang.

Dari hasil evaluasi menunjukkan masih ada sekitar 50 persen daerah yang berada di zona merah. Sementara, sisanya 30 persen sudah membaik menjadi zona kuning, dan ada sekitar empat daerah menjadi zona biru.

Nantinya, menurut Ridwan Kamil, hasil evaluasi bisa menjadi rujukan bagi kabupaten/kota di Jabar untuk menentukan kelanjutan PSBB di wilayahnya.

“Hasil evaluasi ilmiah ini menjadi dasar keputusan bupati/wali kota semua apakah akan melanjutkan PSBB di level kabupaten/kota masing-masing atau ada penyesuaian-penyesuaian,” ujar Kang Emil, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, Ahad (16/5/2020).

Ia menjelaskan, zona merah artinya ditemukan kasus virus corona pada satu atau lebih klaster dengan peningkatan kasus yang signifikan dan bisa dilakukan PSBB penuh pada daerah tersebut. Sedangkan, zona kuning, artinya ditemukan kasus Covid-19 pada klaster tunggal dan bisa dilakukan PSBB parsial.

Sementara zona biru berarti ditemukan kasus Covid-19 secara sporadis, baik kasus impor (imported case) atau penularan lokal, di mana daerah dengan zona ini perlu dilakukan physical distancing. Nanti tidak semua, 27 kabupaten/kota, melaksanakan PSBB, tapi akan diserahkan kepada kepala daerah.

"Apakah zona merah yang 50 persen ini akan melanjutkan PSBB, apakah zona kuning dan zona biru kemungkinan tidak akan melanjutkan PSBB dalam skala penuh. Jadi, Jabar akan melanjutkan PSBB skala parsial, proporsional sesuai dengan situasi di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Meskipun PSBB disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, tegas Emil, Pemprov Jabar tidak akan menurunkan level pengawasan, termasuk jelang hari raya Idulfitri 1441 H atau Lebaran 2020 yang akan dilakukan sesuai dengan zona atau level kewaspadaan di daerah masing-masing.

Detailnya, Jabar akan memiliki lima level kewaspadaan, yaitu Level 5 atau zona hitam (kritis), Level 4 atau zona merah (berat) yakni kondisi PSBB saat ini, Level 3 atau zona kuning (cukup berat), Level 2 atau zona biru (moderat) menunjukkan wilayah yang perlu melaksanakan physical distancing, dan Level 1 atau zona hijau (rendah) yakni kondisi normal.

Dalam rapat secara daring atau online yang turut dihadiri Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum ini gubernur mengatakan bahwa evaluasi dilakukan berdasarkan kajian oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar. Nantinya, kata Emil, hasil evaluasi bisa menjadi rujukan bagi kabupaten/kota di Jabar untuk menentukan kelanjutan PSBB di wilayahnya.

“Hasil evaluasi ilmiah ini menjadi dasar keputusan bapak/ibu (bupati/wali kota) semua apakah akan melanjutkan PSBB di level kabupaten/kota masing-masing atau ada penyesuaian-penyesuaian,” katanya.

Selain itu, Emil menjelaskan bahwa dari evaluasi PSBB Jabar hingga kini, tidak ditemukan adanya pergerakan atau penyebaran kasus Covid-19 di 63 persen wilayah Jabar.

“Lalu ada sekitar 20 persenan wilayah yang tidak ada pemudik dan wilayah itu tidak ada pergerakan ODP, PDP, dan lain-lain, sehingga 20 persen ini perlakuannya tidak bisa disamakan dengan mereka yang perlu diwaspadai,” katanya.


ARTIKEL TERKAIT