Tutup Penerbangan, Pemerintah Daerah Harus Paham Empat Hal

Syarifah , otonominews.co.id
Kamis, 26 Maret 2020 | 09:13 WIB


Tutup Penerbangan, Pemerintah Daerah Harus Paham Empat Hal
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto.

JAKARTA, (Otonominews) - Banyaknya daerah yang ingin menutup penerbangan demi mencegah penyebaran Covid-19 atau virus corona, akhirnya ditanggapi oleh Kementerian Perhubungan. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub, Novie Riyanto, menegaskan bahwa keinginan itu bisa saja terwujud, namun harus melalui koordinasi terlebih dulu.

"Apabila akan dilakukan penutupan ataupun larangan bagi penerbangan angkutan udara niaga maupun angkutan udara bukan niaga yang mengangkut penumpang untuk mencegah penyebaran virus Covid 19, hal itu pada prinsipnya dapat dilakukan," kata Novie melalui pernyataan tertulisnya, Rabu (25/3).

Namun demikian, lanjut dia, perlu dilakukan sosialisasi lebih dulu kepada Badan Usaha Angkutan Udara maupun kepada pengguna jasa penerbangan sebelumnya. Ia juga menjabarkan sejumlah faktor yang harus diperhatikan saat membicarakan keinginan untuk menutup penerbangan ini.

Pertama, penutupan bandar udara merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

"Oleh karenanya, penutupan bandar udara harus terlebih dahulu disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dilakukan evaluasi," katanya.

Kedua, bandara merupakan objek vital yang tidak hanya melayani penerbangan untuk penumpang, tapi juga angkutan kargo, logistik dan pos. Layanan ini sangat dibutuhkan masyarakat.

Ketiga, bandara juga mempunyai fungsi sebagai bandar udara alternatif (alternate aerodrome) bagi penerbangan yang mengalami kendala teknis maupun operasional.

Bandara juga melayani penerbangan untuk penanganan kesehatan/medis (medivac evacuation) serta untuk mengangkut sampel untuk tes Covid-19.

"Keempat, pelayanan navigasi penerbangan (Airnav Indonesia) juga tidak dapat ditutup mengingat layanan navigasi penerbangan ini tidak hanya diperuntukkan bagi penerbangan dari dan ke bandar udara setempat, tetapi juga melayani penerbangan yang melalui bandar udara tersebut atau yang ada pada ruang udara yang menjadi wilayah kerja pelayanannya," kata Novie.

Novie memastikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi intensif bersama pemda setempat dan seluruh pemangku kepentingan sehingga maksud pemerintah daerah tersebut dapat terpenuhi dengan risiko minimal.

"Saya berharap dengan koordinasi dan komunikasi yang terus kami lakukan, maka semua maksud baik kita bersama untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini dapat diatasi dengan baik ," tutur Novie.