Ibunda Jokowi Wafat

Wali Kota Parepare Taufan Pawe: Saya Kagum Sosok Ibu Sujiatmi

Syarifah , otonominews.co.id
Kamis, 26 Maret 2020 | 07:08 WIB


Wali Kota Parepare Taufan Pawe: Saya Kagum Sosok Ibu Sujiatmi
Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo, saat berkunjung ke Kota Parepare pada 2017 lalu

PAREPARE (otonominews) - Warga Indonesia sedang berkabung atas wafatnya ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo. Wanita berusia 77 tahun itu menghembuskan nafas terakhirnya di RS DKT Solo, Laweyan, Jawa Tengah pada pukul 16.45 WIB, Rabu (25/3/2020).

Turut merasakan duka mendalam, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, pun mengenang beberapa memori bersama Sujiatmi semasa hidupnya. Ia menceritakan, ibunda presiden merupakan sosok yang sederhana. 

Pada tahun 2017 lalu, ia pernah berkunjung ke Parepare. Tanpa protokoler penjagaan yang ketat, ibunda presiden bertamu ke Rumah Jabatan Wali Kota Parepare. 

Ia bahkan enggan untuk diperlakukan berlebihan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 

"Itu yang saya kagumi dari sosok beliau. Kami sebagai kepala daerah pastinya punya prosedural saat bertemu dengan anggota keluarga kepala negara, apalagi ibu kandungnya. Tapi sepertinya beliau tidak berkeinginan diperlakukan berlebihan seperti itu," ungkap Taufan saat dihubungi Otonominews, Rabu malam tadi.



Foto: Istri Wali Kota Parepare bersama ibunda Presiden Jokowi

Dari kunjungan sederhana Sujiatmi ke Kota Parepare itulah, akhirnya keluarga Taufan Pawe membina hubungan akrab dengan almarhumah. Bahkan interaksi antara istri Taufan Pawe dengan ibunda Jokowi terbina dengan baik dan sudah beberapa kali berkunjung ke kediaman almarhumah di Solo. 

"Jadi ada history sedikit terkait interaksi dan disitulah saya melihat sendiri, betapa sederhananya beliau dan itu menurun ke anaknya, pak Jokowi. Bahkan di kediaman beliau tidak ada protokoler penjagaan," tambahnya. 

Kehilangan sosok ibu, aku Taufan membuat kondisi jokowi saat ini, betul-betul diuji sebagai kepala negara. Di tengah bangsa ini menghadapi wabah virus corona dan menyiapkan upaya atau langkah-langkah maksimal pencegahannya, Jokowi kemudian dihadapkan lagi dengan ujian dan cobaan kehilangan ibunda. 

Belum lagi, kebijakan beliau mengeluarkan imbauan agar para menteri dan jajarannya serta para pejabat lainnya tidak perlu hadir melayat pada proses pemakaman ibunya. Inilah memperlihatkan jiwa seorang pemimpin dan jiwa besar jokowi. 

"Itu lah sosok jokowi, kepala negara kita memperlihatkan kesuritauladanan pada rakyatnya, bahwa harus melihat kepentingan yang lebih besar. Bisa saja semua pejabat datang dan melayat ke solo, tapi beliau melarang. Dia tidak mau karena hal itu bisa memperluas penyebaran wabah corona," tegas Taufan. 

Dalam rapat koordinasi atau arahan-arahan yang sering kali disaksikan, Jokowi merupakan sosok yang memiliki nasionalisme tinggi. Perhatiannya terhadap daerah-daerah sangat luar biasa, karena mungkin itu adalah komitmen darinya yang menjadikan daerah sebagai garda terdepan. 

"Apalagi beliau pernah menjadi kepala daerah di Solo, pastinya beliau tahu bahwa Daerah juga harus diperkuat. Semoga beliau terus diberi kekuatan," harapnya.