Jika Ngotot Rapid Rest Duluan, Standar Moral Anggota DPR Dinilai Sangat Rendah

Mawi , otonominews.co.id
Rabu, 25 Maret 2020 | 07:47 WIB


Jika Ngotot Rapid Rest Duluan, Standar Moral Anggota DPR Dinilai Sangat Rendah
Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J Rachbini

JAKARTA, (otonominews) - Dalam situasi rakyat yang tengah panik dan kesusahan menyikapi penyebaran virus corona atau Covid-19 yang semakin meluas. Anggota DPR RI malah dianggap telah mempertontonkan standar etika dan moral yang sangat rendah serta tidak pantas jika mereka ngotot untuk melaksanakan Rapid test atau tes cepat dan massal.

Hal itu diungkapkan oleh Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J Rachbini, dia menilai standar moral DPR sangat rendah bila tetap memaksakan rencana ini. Sebab, masih banyak masyarakat yang lebih membutuhkan rapid test ketimbang anggota dewan.

"Pimpinan, anggota DPR dan keluarganya mendapatkan keistimewaan tes corona, dipertontonkan sedemikian rupa di depan publik tanpa melihat keadaan dengan mata hati yang jernih," bebernya.

Selain itu, rencana Rapid test oleh anggota DPR RI itu juga mendapat penolakan dan kritikan dari kalangan netizen dengan membuat petisi di laman chang.org. Petisi itu dibuat untuk menolak rencana rapid test 575 anggota DPR dan keluarganya. Hingga Selasa (24/3), pukul 13.13 WIB, petisi sudah ditandatangani 11.240 orang.

Belakangan sejumlah fraksi menolak rencana tersebut. Fraksi PKS diikuti Fraksi PAN dan Demokrat menyatakan tidak akan ambil bagian jika DPR tetap menggelar rapid test.

Sebelumnya, rencana rapid test untuk seluruh anggota DPR RI dan keluarganya diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar pada Senin (23/3) lalu. Anggota DPR periode 2019-2024 berjumlah 575 orang.

Indra mengatakan rapid test rencananya akan dilakukan pada Kamis (26/3) atau Jumat (27/3), di kompleks rumah dinas DPR RI di Kalibata dan Ulujami, Jakarta Selatan.

"Karena kan jumlah anggota dewan 575, kalau kali empat saja rata-rata sekitar di atas dua ribu keseluruhan, dengan pembantu dan driver barang kali," kata Indra kepada wartawan.