Vladimir Putin Klaim, Rusia Punya Strategi Khusus untuk Kendalikan COVID-19

Rayu, otonominews.co.id
Senin, 23 Maret 2020 | 12:42 WIB


Vladimir Putin Klaim, Rusia Punya Strategi Khusus untuk Kendalikan COVID-19
Presiden Rusia Vladimir Putin - Foto Istimewa

MOSCOW, (otonominews) - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengklaim, awal pekan ini negaranya mampu menghentikan penyebaran massal virus Corona atau COVID-19 dan situasi di negaranya terkendali. 

Menurut informasi yang dirilis oleh sejumlah pejabat Rusia, strategi Putin tampaknya berhasil. Jumlah kasus virus Corona yang terkonfirmasi di Rusia tergolong rendah, meskipun Rusia berbagi perbatasan langsung dengan China dan melaporkan kasus pertamanya sejak Januari lalu.

Jumlah kasus virus Corona di Rusia memang masih bertambah. Sejauh ini otoritas Rusia -- yang berpenduduk 146 juta jiwa -- mengonfirmasi 367 kasus di wilayahnya, dengan satu orang meninggal. 

Jumlah itu sangat kontras jika dibandingkan Luksemburg yang berpenduduk hanya 628 ribu jiwa, namun telah melaporkan 789 kasus dengan 8 orang meninggal.

Sejumlah pakar menilai, langkah-langkah agresif yang sejak awal diambil Rusia, seperti menutup perbatasan sepanjang 4 ribu kilometer dengan China sejak 30 Januari lalu dan menetapkan zona-zona karantina, turut berkontribusi dalam meluasnya wabah virus Corona di negara ini.

Rusia juga menutup seluruh perbatasannya dari warga negara asing dan menunda seluruh acara kebudayaan juga acara olahraga di wilayahnya.

"Kami mampu mengatasi penetrasi massal dan penyebarannya (virus Corona-red)," ucap Putin dalam rapat kabinet pada awal pekan ini. "Situasi pada umumnya terkendali, meskipun risikonya tinggi," sebutnya seperti dilansir CNN, Senin (23/03/2020), 

Secara terpisah, perwakilan Rusia untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Melita Vujnovic, menuturkan kepada CNN bahwa Rusia memiliki rekam jejak kuat dalam pemeriksaan virus Corona. 

"Direktur Jenderal WHO mengatakan 'periksa, periksa, periksa'. Rusia telah memulai itu sebenarnya pada akhir Januari," ucapnya.

Vujnovic menyatakan bahwa Rusia telah mengambil serangkaian langkah lebih luas selain pemeriksaan. 

"Pemeriksaan dan identifikasi kasus, pelacakan kontak, isolasi, ini semua adalah langkah-langkah yang diusulkan dan direkomendasikan WHO, dan semuanya selalu dilakukan sepanjang waktu. Social distancing menjadi komponen kedua yang juga dimulai sejak awal," urai Vujnovic.

Rospotrebnadzor, kelompok pemantau konsumen di Rusia, menyatakan pada akhir pekan lalu bahwa lebih dari 156 ribu pemeriksaan virus Corona telah dilakukan. Disebutkan bahwa Rusia telah memulai pemeriksaan massal sejak awal Februari lalu.

Namun bukan berarti tidak ada cacat dalam respons Rusia terhadap virus Corona. Diketahui bahwa Rusia tidak segera memeriksa orang-orang yang tiba dari Italia atau negara Uni Eropa lainnya yang terdampak virus Corona secara parah. 

Rusia juga tidak langsung membatasi kedatangan dari negara-negara Eropa dan tidak langsung memberlakukan karantina wajib selama dua minggu untuk kedatangan dari luar negeri.

Menurut sejumlah pejabat kesehatan setempat, sebagian besar kasus virus Corona di Rusia dibawa dari wilayah Italia. Selain melakukan pemeriksaan secara luas, otoritas Rusia juga dilaporkan cepat dalam menangkal informasi-informasi tak bertanggung jawab yang beredar luas di internet atau di kalangan publik. 

Salah satunya informasi yang menuduh otoritas Rusia menutup-nutupi jumlah kasus virus Corona yang sebenarnya. Putin dalam tanggapannya terhadap tuduhan itu, menyatakan pemerintah mungkin tidak memiliki gambaran penuh soal statistiknya, namun menegaskan pemerintah Rusia tidak menutupi angkanya.

"Ini masalahnya: otoritas mungkin tidak memiliki informasi lengkap, karena orang-orang itu a) terkadang tidak melaporkannya, b) mereka sendiri tidak tahu bahwa mereka sakit dan periode latennya sangat lama. Tapi semuanya yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan adalah semuanya informasi objektif," tegasnya.

Pekan ini, jumlah kasus virus Corona di Rusia mengalami penambahan, sekitar 30-50 kasus setiap harinya. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah karena Rusia memperluas pemeriksaan. Namun menurut perwakilan lokal WHO, Rusia masih relatif bagus dalam menghadapi virus Corona.
 


ARTIKEL TERKAIT