Antisipasi Penularan Covid-19, Pemkab Gorontalo Liburkan Siswa dan ASN

Syarifah , otonominews.co.id
Senin, 23 Maret 2020 | 11:31 WIB


Antisipasi Penularan Covid-19, Pemkab Gorontalo Liburkan Siswa dan ASN
Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo dalam rapat terbatas (Ratas) dengan Pimpinan OPD, Senin (23/03/2020), di aula rudis Bupati Gorontalo.

LIMBOTO, (Otonominews) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengambil sikap meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Tak hanya sekolah-sekolah, namun ASN juga diberikan keleluasaan untuk bekerja dari rumah.

Langkah ini sejalan dengan inisiatif yang dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan sejumlah daerah untuk mengantisipasi penularan virus corona alias Covid-19. 

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, mengungkapkan pemerintah Kabupaten Gorontalo sudah ada rancangan untuk meliburkan sekolah-sekolah dan ASN. Di tingkat sekolah yakni, Sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), termasuk PAUD dan TK.

“Hari ini sudah dirancang bersama dan sistem itu sore ini segera di edarkan ke sekolah-sekolah,” kata Nelson dalam rapat terbatas (Ratas) dengan Pimpinan OPD, Senin (23/03/2020), di Aula Rudis Bupati Gorontalo. 

Berdasarkan edaran dari Gubernur, langkah meliburkan siswa sudah mulai dilakukan Senin (23/3/2020) hingga Sabtu (4 april 2020) mendatang. 

Nelson menambahkan, meski diliburkan, para siswa harus tetap belajar dengan memanfaatkan teknologi informasi. Ia juga mengimbau kepada tenaga pendidik untuk memberikan buku pelajaran atau bahan pelajaran lainnya yang dapat di pelajari siswa di rumah. 

“Paling penting itu memberikan fasilitas kepada anak didik sehingga di rumah tidak main-main tetapi paling utama belajar,” Harap Nelson lagi.  

Nelson juga meminta kepada Dinas Pendidikan dan tenaga pendidik, secara berjenjang mengevaluasi pembelajaran yang diberikan selama siswa diliburkan. 

Terkait proses semester yang sudah dimulai hari ini, Nelson menegaskan akan tetap berlangsung. Hanya saja proses yang tadinya di sekolah, maka mulai besok dipindahkan di rumah. Nah, hasilnya itu yang akan dievaluasi.

“Sosialisasi dilaksanakan mulai hari ini  dan surat edaran segera diterbitkan juga hari ini, Dikbud segera mengambil langkah sosialisasikan kepada seluruh sekolah melalui kepala sekolah secara berjenjang melalui korwil, sehingga besok libur di mulai,” papar Nelson. 

Sementara bagi ASN, Nelson menegaskan, ASN wajib melaksanakan tanggung jawabnya selama di rumah. Waktu bekerja pun tetap sama dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00. 

Untuk pelayanan masyarakat sendiri juga tetap berjalan sebagaimana mestinya namun dengan sistem shift kerja, misalnya di rumah sakit, puskesmas, dukcapil dan seterusnya. 

"Saya berharap di kantor itu walaupun bukan pelayanan umum, tetap ada orang di kantor. Mungkin ada perwakilan per bidang misalnya. Satu bidang ada dua orang, jadi tetap ada yang di kantor. Aturan main bekerja di rumah itu harus jelas, jadi didelegasikan tugas yang ada di kantor dibawa ke rumah dan itu dipantau bidang secara berjenjang dan oleh kepala OPD," tegasnya. 

"Jadi, ini terpantau pelaksaanaan tugas  yang ada di rumah. Gaji tetap jalan," tambahnya. 

Nelson mengingatkan, seluruh masyarakat, terutama ASN wajib melakukan Protokol Kesehatan Utama selama antisipasi wabah Covid-19. Itu antara lain cuci tangan, menjaga jarak, jangan salaman dan memakai masker.

“Kita tetap menjaga agar ASN tetap sehat, karena kita ini garda terdepan pelayanan. Kalau pelayan kita sakit bagaimana, karena itu utamakan kesehatan. Terkait, masker dibagi  ke seluruh OPD yang bertugas di kantor termasuk yang paling utama pelayanan –pelayanan kesehatan," tandasnya. 


ARTIKEL TERKAIT