Minta Kesadaran Masyarakat Ikuti Himbauan Pemerintah

Ketua DPRD Sulsel: Social Distancing Akan Putus Mata Rantai Sebaran COVID-19

Iksan, otonominews.co.id
Minggu, 22 Maret 2020 | 22:13 WIB


Ketua DPRD Sulsel: Social Distancing Akan Putus Mata Rantai Sebaran COVID-19
Ketua Depan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Ina Kartika Sari

MAKASSAR, (otonominews) - Ketua Depan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Ina Kartika Sari meminta kesadaran masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah terkait social distancing. Menurut Ina Kartika Sari, himbauan social distancing tersebut harus dijalankan demi memutus mata rantai penyebaran virus corona atau COVID-19.

"Meski masyarakat tidak bisa terlibat langsung dalam pencegahan penyebaran COVID-19 ini, minimal mereka harus mengikuti anjuran pemerintah agar tidak keluar rumah," tegas Ina Kartika Sari kepada otonominews di Makassar, Minggu (22/03/2020).

Politisi Partai Golkar Sulsel itu menjelaskan, bila pemerintah meminta masyarakat untuk tinggal di rumah tentu juga sudah disiapkan segala sesuatunya, termasuk ketersediaan kebutuhan bahan pokok.

"Saat ini Alhamdulillah pantauan terhadap kebutuhan 9 bahan pokok masih aman-aman saja. Kami di DPR tetap dengan tugas kami hadir di tengah-tengah masyarakat. Kami juga tidak akan tinggal diam dan terus berupaya agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi," urainya.



Ketua DPRD Sulsel Ina Kartika Sari Bersama Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, dan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka Saat Melakukan Koordinasi Terkait Pemulangan Peserta Ijtima Zona Asia 2020

Lebih jauh Ina Kartika Sari menyebut, DPRD Sulsel juga sudah menindaklanjuti keputusan pemerintah pusat. Melalui rapat pimpinan pihaknya juga sudah mengeluarkan edaran untuk sementara tidak ada perjalanan dinas bagi anggota DPRD Sulsel selama darurat COVID-19.

"Terkait kedatangan tamu di DPRD dibatasi, kami juga menghentikan rapat-rapat untuk sementara waktu. Karena kami lembaga yang terkait dengan lembaga kebijakan, kami juga langsung berkoordinasi dengan pihak terkait atau stakeholders terkait dengan COVID-19. Utamanya teman-teman komisi E. Alhamdulillah saat ini rapat yang sifatnya terbatas tetap berjalan," jelasnya.

Ina Kartika Sari menbeberkan, Gedung DPRD tempatnya bekerja pun bahkan sudah dilakukan penyemprotan serta sterilisasi. Bakan saat akan menggelar rapat dan demi keamanan para Anggota DPRD, pihaknya juga sudah menyiapkan alat kesehatan.
 
Terkait dengan pemulangan peserta ijtima ulama zona Asia, politisi asal Kabupaten Barru ini sangat mengapresiasi kerja cepat seluruh pihak khususnya Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, termasuk Kapolda Sulsel dan Pangdam Hasanuddin yang terlibat langsung.

"Pemerintah benar-benat full dalam menangani ini. Saya salut dengan Pak Gubernur dan pimpinan Forkopimda. Dua hari yang lalu, Pak Gubernur bersama Forkopimda dan Ulama memutuskan, jemaah harus kembali ke tempatnya masing-masing. Sehingga peserta WNA dievakuasi ke hotel Grand Sayang dan peserta asal Indonesia dievakuasi ke Asrama Haji. Ini berlangsung terus karena ini menjadi fokus utama pemerintah," jelasnya.

Lebih jauh Ina Kartika Sari mengatakan, seluruh stakeholder bergerak tanpa terkecuali. Masing-masing membagi tugas mengurus kepulangan para peserta ijtima ulama yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang.

"Semuanya diurus hingga kepulangan. Jadi ratusan WNA yang masih ada ini masih menunggu kapal kepulangan mereka. Alhamdulillah hingga saat ini masih terpantau, ada yang sakit dibawa langsung ke rumah sakit. Kalau ada tanda-tanda terpapar virus langsung dilakukan pemeriksaan, seluruh Forkopimda bekerja tidak ada istirahat, karena ada group khusus koordinasi terus aktif," terangnya.

Selain itu, Ina Kartika Sari mengakui bahwa sebagai kepala daerah Nurdin Abdullah betul-betul memperlihatkan bahwa pemulangan para peserta ijtima ulama zona Asia ini menjadi masalah, namun bersama dengan para Pimpinan Forkopimda sepakat masalah itu diselesaikan bersama. 



Ina Kartika Sari Saat Memimpin Rapat sebagai Ketua DPRD Sulawesi Selatan

TNI dan Polri yang memiliki armada  membantu pengangkutan pemulangan peserta ijtima ulama dari Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa ke Bandara dan Pelabuhan untuk dipulangkan, termasuk membantu membangun kemah-kemah di Asrama Haji.

"Saat pembatalan acara ijtima tersebut, kami seluruh unsur pimpinan Forkopimda langsung ke tempat kegiatan bertemu dengan pimpinan dan melalui pendekatan secara persuasif mereka menerima itu, mereka juga  memahami dan Alhamdulillah sampai saat ini berjalan dengan baik," kata Ina Kartika Sari. 

Menyinggung tentang pelaksanaan Pilkada 2020, Ina Kartika Sari berharap untuk saat ini para bakal calon kepala daerah sama-sama menyadari bahwa untuk saat ini tidak bisa melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang secara massal, mengingat di Sulsel ada 12 Kabupaten/Kota yang akan menjadi peserta.

"Para calon kepala daerah saya kira bisa memahami, apalagi ada edaran dari Bapak Kapolda bahwa tidak bisa ada aktivitas yang melibatkan banyak orang. Kalau ke depannya sudah tenang dan aman, tentu sudah bisa melakukan mobilisasi massa kampanye," pungkasnya.


ARTIKEL TERKAIT