Cegah COVID-19, PDAM Makassar Sediakan Belasan Westafel Portable di Fasilitas Umum

Iksan, otonominews.co.id
Sabtu, 21 Maret 2020 | 16:44 WIB


Cegah COVID-19, PDAM Makassar Sediakan Belasan Westafel Portable di Fasilitas Umum
Direktur Utama PDAM Makassar Hamzah Ahmad

MAKASSAR, (otonominews) - Berbagai upaya dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona COVID-19 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagai perusahaan plat merah, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar turut andil dalam melindungi warga Makassar agar terhindar dari virus yang awalnya bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh perusahaan milik pemerintah itu ialah dengan memasang wastafel portable di puluhan titik lokasi yang menjadi fasilitas umum (fasum) di Kota Makassar.

"PDAM adalah perusahaan milik pemerintah yang melayani kebutuhan dasar manusia. Meski kita ikut pada kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah (dalam menangani penyebaran virus corona)," kata Hamzah Ahmad Direktur Utama PDAM Makassar, Sabtu (21/03/2020).

Selanjutnya, Hamzah Ahmad mengatakan bahwa sebagai upaya melindungi warga Makassar dari penyebaran COVID-19, pihaknya menggunakan dana Corporate Social and Responsibility (CSR) untuk membeli Westafel Portable dan dibagikan ke sejumlah fasilitas umum di Kota angin mammiri ini.

"Kami menggunakan dana CSR untuk membeli westafel portable untuk di bagikan ke fasilitas umum untuk dipakai bagi masyarakat umum mencuci tangan. Untuk tahap awal hari ini (Sabtu) baru 12 titik (yang akan dipasang) seperti di pasar, lapangan, pantai dan beberapa titik umum lainnya," tambahnya.

Ditegaskannya, wastafel portable tersebut memang hanya khusus di tempat-tempat vital dan disediakan khusus masyarakat umum agar bisa terus menerus menjaga kebersihan dengan mencuci tangan. 

"Kalau instansi-instansi lain, mereka menyediakan sendiri fasilitas tersebut. Semoga hari ini semua sudah terpasang dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," harapnya.

Terkait dengan kebijakan pemerintah yang meminta bekerja di rumah, Hamzah Ahmad mengaku, PDAM Makassar sebagai perusahaan yang melayani kebutuhan dasar manusia, tidak bisa meliburkan karyawan seperti instansi pemerintah lainnya.

"Meski tidak diliburkan tetapi kita melakukan pencegahan, kita melakukan vaksin, penyemprotan disinfektan kemudian mengurangi tingkat pertemuan atau rapat yang bisa kita tunda yah kita tunda. Kalau untuk pelayanan pembayaran bisa melalui teknologi jaringan perbankan," imbuhnya.

Kemudian, untuk tindak lanjut penanganan kebocoran, pihaknya tetap jalan seperti biasa namun karyawan diingatkan agar tetap hati-hati dalam bertugas di lapangan.

"Kita bekali pengetahuan dan pengamanan untuk tim kita yang turun ke lapangan menangani aduan-aduan masyarakat. Jadi tidak ada yang kita liburkan, kalau misalnya harus ada kooordinasi kita melakukan komunikasi melalui video call, kita tidak melakukan kontak pisik, tetapi melalui video call seusai dengan protap," pungkasnya.


ARTIKEL TERKAIT