Dua Warga Sulsel Positif Covid-19, Gubernur NA: ASN Yang Alami Gangguan Kesehatan Jangan Ke Kantor

Syarifah , otonominews.co.id
Jumat, 20 Maret 2020 | 00:24 WIB


Dua Warga Sulsel Positif Covid-19, Gubernur NA: ASN Yang Alami Gangguan Kesehatan Jangan Ke Kantor
Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah.

MAKASSAR (otonominews) - Perkembangan kasus baru virus Corona di Indonesia,  hingga Kamis (19/3/2020) bertambah, menjadi 309 pasien positif terpapar Covid-19 (virus Corona). Dan dua pasien diantaranya merupakan warga Sulawesi Selatan. 

Juru Bicara Pemerintah Soal Penanganan Corona, dr Achmad Yurianto, pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Kamis sore (19/3/2020), mengumumkan, jika dua pasien asal Sulawesi Selatan, positif terjangkit virus Covid-19. Itu artinya wabah yang telah menjadi epidemi global tersebut, telah merambah masuk ke wilayah Sulawesi Selatan. 

"Tentu ini menjadi perhatian kita semua, agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya warga Sulawesi Selatan untuk betul-betul mengikuti imbauan pemerintah agar meminimalisir dari kemungkinan terjangkit virus," jelas Achmad. 

Saat ini, lanjut dia, kasus positif ada penambahan di 7 provinsi sehingga menjadi 16 provinsi yakni Bali 1 kasus, Banten 27 kasus, DIY 5 kasus, DKI 210 kasus, Jawa Barat 26 kasus, Jawa Tengah 12 kasus, Jawa Timur 9 kasus, Kalimantan Barat 2 kasus, Kalimantan Timur 3 kasus, Kepulauan Riau 3 kasus, Sulawesi Utara 1 kasus, Sumatera Utara 2 kasus, Sulawesi Tenggara 3 kasus, Sulawesi Selatan 2 kasus, Lampung 1 kasus, dan Riau 2 kasus. Sehingga total kasus positif Covid-19 ada 309 kasus.

“Dari jumlah keseluruhan maka ada kasus yang sudah dua kali diperiksa negatif dan dinyatakan sembuh,” kata Achmad

Sebelumnya pasien sembuh berjumlah 11 orang. Kemudian ada penambahan pasien yang sembuh yakni dari DKI Jakarta berjumlah 4 orang. Total 15 pasien yang dinyatakan sembuh.

Sementara untuk kasus meninggal pun bertambah dari yang sebelumnya 19 orang menjadi 25 orang. penambahan pasien meninggal tersebut terjadi di DKI Jakarta sebanyak 5 orang dan Jawa Tengah 1 orang.

“Angka ini memang masih tinggi. Tapi ini adalah angka yang dinamis yang setiap saat jumlah kasus baru akan bisa meningkat dengan cepat. Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus meninggal, artinya persentase ini adalah angka yang posisi pada hari ini. Angka ini akan dinamis dan setiap saat pasti akan berubah,” ungkapnya .

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, dalam keterangan resminya juga membenarkan hal itu. Ia pun meminta kepada warga untuk mengindahkan apa yang menjadi yang  arahan WHO serta arahan presiden terkait social distancing. 



"Kita keluar rumah jika memang sangat mendesak, seperti ke supermarket membeli kebutuhan pokok atau ke rumah sakit saja. Selain itu tentu kita berharap masyarakat lebih menahan diri supaya Sulawesi Selatan Ini bisa lebih cepat penyembuhannya," tegas Nurdin. 

Ia mengaku, pihaknya telah melakukan beberapa langkah antisipasi agar penyebaran Covid-19 di Sulsel bisa diputus. Salah satu langkah itu adalah dengan meliburkan siswa SD hingga mahasiswa di perguruan tinggi selama 14 Hari. Ia pun mengimbau ASN yang merasa ada gangguan kesehatan, agar tidak ke kantor. 

"Mungkin beberapa hari ke depan kita lihat perkembangan. Kemungkinan besar semua ASN juga akan bekerja dari rumah nantinya. Tentu upaya pemerintah Provinsi Sulsel akan terus melakukan pencegahan lebih luas lagi di 24 kabupaten kota," tutupnya. 


ARTIKEL TERKAIT