Ratusan Ulama Asing Berdatangan ke Gowa, Gubernur Sulsel: Segera Kami Pulangkan

Syarifah , otonominews.co.id
Kamis, 19 Maret 2020 | 00:38 WIB


Ratusan Ulama Asing Berdatangan ke Gowa, Gubernur Sulsel: Segera Kami Pulangkan
Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, menegaskan kegiatan Ijtima Ulama Dunia 2020 resmi dibatalkan dan akan segera memulangkan para peserta.

MAKASSAR, (Otonominews) - Mencegah terjadinya penularan virus corona atau covid-19, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan segera memulangkan ratusan ulama asing yang masuk ke Sulawesi Selatan. Para ulama dari berbagai negara itu, merupakan peserta Ijtima Ulama Dunia 2020 yang rencananya akan digelar 19-22 Maret 2020.

Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, dalam keterangan resminya, Rabu (18/3/2020), mengungkapkan, jauh hari sebelumnya, pihaknya telah meminta agar pertemuan Ijtima Ulama itu ditunda terlebih dahulu. Bahkan Bupati Gowa sendiri telah menolak kegiatan itu dilaksanakan. 

Namun, yang mengagetkan, tiba-tiba para peserta kegiatan itu mulai berdatangan. Atas inisiatif Kapolda, pihaknya pun melakukan penjemputan di pelabuhan mengumpulkan para ulama di satu tempat untuk di cek kesehatan oleh tim yang telah ditunjuk. 

"Ini panitianya saya tidak mengerti, kita sudah sampaikan jauh hari sebelumnya untuk ditunda, sejak peristiwa Wuhan itu. Bahkan kemarin kami bersama Forkopimda Sulsel, Kapolda dan Pangdam memutuskan kegiatan itu ditiadakan. Bahkan beberapa kegiatan nasional maupun internasional di Sulsel itu semuanya kita tunda," tegasnya. 

Setelah melakukan negosiasi panjang dengan panitia, akhirnya kegiatan tersebut resmi dibatalkan. Apalagi kegiatan yang rencananya akan dihadiri 7.000 ulama itu, tidak mengantongi izin. 

Saat ini, lanjut Nurdin, sudah ada 478 ulama lintas negara yang berada di Sulsel. 
Bahkan menurut laporan yang diterimanya, sebagai besar ulama sudah berada di Indonesia, berkeliling ke masjid-masjid. 

"Sekarang kita lagi nego untuk dipercepat kepulangan mereka. Jadi sekarang kita sudah lokalisir jadi tidak ada dimana-mana dan satu tempat. Kita juga sudah siapkan tim kesehatan dari provinsi untuk mengecek kesehatan mereka," ungkap Nurdin. 

Untuk mengatasi agar tidak terjadi penyebaran virus corona seperti yang menimpa Malaysia, Nurdin Abdullah mengaku sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian, TNI, Bupati dan seluruh Forkopimda yang ada di Gowa agar melokalisir para WNA yang berdatangan. 

"Jadi kita ingin orang-orang luar masuk ke situ untuk bersentuhan. Kita harapkan kegiatan ini bisa dipercepat dan mereka segera pulang, paling lambat sampai 20 Maret besok," ujarnya. 

Nurdin pun menambahkan, Sulsel saat ini sedang serius melakukan pencegahan dengan mendeteksi seluruh pintu-pintu masuk. Sekolah mulai dari SD sampai perguruan tinggi juga telah diliburkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo. 

"Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang menyikapi hal ini, kami berkomitmen untuk menjaga seluruh warga dari kemungkinan penularan virus Covid19 lebih meluas," imbaunya. 

Sebelumnya, acara Ijtima Ulama Dunia 2020, yang rencananya berlangsung di Pakkatto, Kabupaten Gowa, akan dihadiri oleh ribuan jamaah dari seluruh tanah air termasuk warga negara asing. 

Sebelum acara dijadwalkan berlangsung, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Gowa dan Kapolda Sulsel agar acara tersebut ditunda pelaksanaannya terkait merebaknya virus Covid19 di tanah air. Namun ternyata panitia lokal tetap melaksanakan acaranya, sehingga ribuan peserta dari sejumlah daerah di Indonesia dan ratusan dari luar negeri terlanjur hadir melalui pelabuhan dan bandara.

Untuk meminimalisir interaksi para peserta dengan warga di sekitar lokasi acara, ia pun telah meminta pihak kepolisian untuk mengisolasi atau membatasi ruang gerak para peserta agar tidak melakukan kontak dengan warga. Selanjutnya para peserta akan dipulangkan melalui pelabuhan dan bandara dengan pengamanan yang dibutuhkan. 

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat melakukan video call dengan panitia inti kegiatan Ijtima Ulama Dunia 2020 agar membatalkan kegiatan yang akan berlangsung di Kabupaten Gowa, 19-22 Maret 2020.

Di sisi lain, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan SH MH, dalam unggahan akun Instagram pribadinya, menjelaskan, dirinya dan panitia kegiatan telah sepakat membatalkan kegiatan Ijtima Ulama Dunia 2020. Mereka pun sepakat untuk mengisolasi sementara para peserta di satu lokasi, sampai menyusun jadwal kepulangannya. 

"Alhamdulillah, akhirnya sepakat Ijtima dunia dibatalkan pelaksanaannya. Tidak henti-hentinya kami melakukan komunikasi dan kordinasi dengan pihak panitia inti, sampai Dandim dan Kapolres tidak pulang-pulang dan terus melakukan lobby," aku Adnan

Demi menangkal penyebaran wabah corona, pihaknya mengirim tim kesehatan untuk memeriksa ulama lintas negara dan melakukan penyemprotan disinfectan. 

"Insya Allah besok kami lanjutkan lagi. Semoga kita semua selalu dlm lindungan Allah SWT," tulis Adnan dalam unggahannya tersebut. 


ARTIKEL TERKAIT