Irmanputra Sidin Sebut Covid-19 Sebagai Proses Kudeta Kekuasaan

Syarifah , otonominews.co.id
Rabu, 18 Maret 2020 | 23:45 WIB


Irmanputra Sidin Sebut Covid-19 Sebagai Proses Kudeta Kekuasaan
Dr Andi Irmanputra Sidin SH MH

JAKARTA, (Otonominews) - Serangan wabah Virus Corona atau Covid-19 di beberapa negara termasuk Indonesia, disebut sebagai serangan kudeta terhadap semua kekuasaan sah yang dimiliki negara. Hal itu diungkap oleh Advokat asal Makassar, Dr Andi Irmanputra Sidin SH MH dalam akun Youtubenya, UUD TV/Irmanputra Sidin. 

Dalam unggahannya itu, Irmanputra mengatakan, saat ini warga Indonesia sedang menghadapi hari-hari yang sulit. Ketika tren positif covid-19 terus bertambah. Hari-hari yang tidak hanya mengancam kebebasan selaku warga negara, namun juga mengancam hak hidup sebagai umat manusia. 

"Kita tidak sedang menghadapi kedzaliman kekuasaan. Namun kita sedang menghadapi makhluk kecil yang tidak mampu kita tangkap dengan indra penglihatan kita. Yang kita tidak tahu jelas asal-usul sejarahnya, covid-19," jelas Pengacara Konstitusional pertama lembaga kepresidenan itu. 

Saat ini, hampir seluruh negara di belahan benua lain juga sedang berjuang melawan covid-19. Memang warga tidak bisa berharap penuh kepada negara, karena negara pun menjadi sasaran. 

Virus tersebut tidak mengenal negara itu negara adidaya atau negara berkembang. Tidak mengenal negara itu monarki atau demokrasi, dzalim atau alim. Covid-19, kata dia, telah menerkam negara, namun tidak berarti bahwa negara tersebut tampil hanya bisa menghimbau. 

"Kita manusia biasa tidak punya kekuasaan untuk mengontrol, mengendalikan, bahkan memaksa bagaimana cara perlawanan terhadap covid-19. Negara pun tidak boleh memiliki rasa minder, rendah diri, bahkan rasa takut menghadapi wabah ini," tegasnya. 

Ia menekankan, Covid-19 ini tidak sedang memprotes kebijakan negara, namun ini merupakan proses kudeta terhadap semua kekuasaan sah yang dimiliki negara termasuk peradaban umat manusia di dalamnya. 

"Oleh karenanya kita butuh pemimpin-pemimpin negara dengan segala otoritas hukum dan pemerintahan yang kita telah berikan melalui konstitusi yang begitu besar untuk menggunakan kekuasaan itu secara bersama. Memberikan spirit kepada kita secara terkontrol, terkendali dan terukur bahkan memaksa untuk melakukan perlawanan terhadap virus itu," serunya. 

Irmanputra mengingatkan kepada warga untuk tetap waspada. Sebab kata dia, mungkin covid-19 ini sedang bersembunyi dibalik celah-celah kecil dan menyaksikan warga sedang tertidur atau bercengkrama dengan orang tercinta. Maka dari itu, warga harus mengikuti imbauan pemerintah, meski menimbulkan pertanyaan di benak masing-masing. 

"Mungkin dalam benak hati kita sedang bertanya, mengapa pemerintah hanya mampu mengimbau di saat situasi sedang genting. Tentunya pertanyaan ini adalah pertanyaan retoris yang tidak perlu kita jawab saat ini," ungkapnya. 

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini pun meminta kepada warga untuk mencintai diri sendiri, dengan mencegah agar tidak tertular virus yang telah menjadi epidemi global itu. Karena hal tersebut berarti menyelamatkan orang yang dicintai dan peradaban umat manusia.