Jaga Stabilitas Harga Komoditi, Pemkab Wajo Hadirkan Inovasi RPK di Setiap Desa

Iksan, otonominews.co.id
Sabtu, 14 Maret 2020 | 15:17 WIB


Jaga Stabilitas Harga Komoditi, Pemkab Wajo Hadirkan Inovasi RPK di Setiap Desa
Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Amiruddin Mewakili Bupati Wajo Membuka Acara Sosialisasi Mekanisme Pembentukan Usaha Rumah Pangan Kita dan Pemanfaatan Teknologi Pertanian dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

WAJO, (otonominews) - Kabupaten Wajo sebagai daerah yang memiliki potensi pertanian terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berinovasi demi menjaga harga komoditi dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Kalo ini, Pemkab Wajo melakukan inovasi pembentukan Rumah Pangan Kita (RPK) di masing-masing desa.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Amiruddin mewakili Bupati Wajo saat membuka acara sosialisasi mekanisme pembentukan usaha rumah pangan kita dan pemanfaatan teknologi pertanian dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, di ruang rapat pimpinan Jumaat (13/3/2020).

Sementara, Plt Kadis PMD Kabupaten Wajo, Andi Pammeneri yang juga panitia pelaksana berharap setiap desa dapat dibentuk Rumah Pangan Kita (RPK). Output kedepannya dapat menjaga stabilitas harga komoditi.

"Tentunya kegiatan ini dapat berkolaborasi dengan BUMDes atau yang sejenisnya dalam rangka mendukung  program kerja pemerintah kabupaten Wajo kedepannya," bebernya Sabtu (14/03/2020).

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo menambahkan bahwa dengan hadirnya RPK di setiap desa diharapkan dapat menjaga stabilitas harga komoditi.

"Secara pribadi selaku tim TPID pengendali inflasi daerah, ada 4 aspek yang menjadi perhatian yaitu pertama bagaimana menciptakan ketersediaan pangan siap dikelola dan dikonsumsi secara layak untuk masyarakat, kedua menjaga distribusinya, ketiga menjaga stabilitas harga sehingga tidak terjadi gejolak dan keempat inflasi dengan menjalin komunikasi yang efektif dari hulu ke hilir serta melibatkan stakholder," jelasnya.

Amiruddin juga mengungkapkan untuk kedepannya rumah pangan kita ini akan berkolaborasi dengan BUMDes demi membangkitkan dan mengaklerasi perekonomian di Wajo secara khusus di 142 desa.

"Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wajo di tahun 2019 mengalami peningkatan sesuai rilis BPS yakni sebesar 4,01 persen, sehingga diharapkan ditahun 2020 ini meningkat dengan munculnya wirausahawan baru," jelasnya.

Amiruddin juga merincikan bahwa saat ini masih ada beberapa kendala RPK dalam mengemas bebagai produk untuk dipasarkan di luar kabupaten Wajo. Sejumlah kendala yang dihadapi yakni pertama paking atau kemasan yang tidak mampu bersaing, kedua sertifikasi halal dari Kemenag, ketiga badan POM, dari dinas kesehatan Provinsi, keempat SNI label dari dinas perindustrian, kelima barcode dari dinas Kominfo.

"Dari 5 poin tersebut perlu di atasi secara dini. Ini tugas kita bersama bagaimana menumbuh kembangkan partisipasi  masyarakat mecapai kesejahteraan mereka dengan cara inovasi, kolaborasi dan sinergitas," pungkasnya