Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Duo Amran

Majukan Wajo dengan Percepatan Reformasi Birokrasi dan e-Government

Iksan, otonominews.co.id
Senin, 17 Februari 2020 | 17:37 WIB


Majukan Wajo dengan Percepatan Reformasi Birokrasi dan e-Government
Bupati dan Wakil Bupati Wajo Amran Mahmud dan Amran yang Kemudian Selalu Disebut sebagai Duo Amran dalam Sinergi Membangun Wajo

WAJO, (otonominews) - Satu tahun sudah pasangan Amran Mahmud dan Amran memimpin Kabupaten Wajo pasca dilantik oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Prof MH Nurdin Abdullah sebagai Bupati dan Wakil Bupati, Jumat (15/02/2019) silam. 

Satu tahun kepemimpinan duo Amran tersebut banyak memberikan dampak positif bagi pembangunan Kabupaten Wajo. Mulai dari pembangunan infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) hingga pengembangan sektor keagamaan dalam mengembalikan kejayaan daerah berjuluk kota santri tersebut.

Kepada otonominews, Bupati Wajo, Amran Mahmud mengungkapkan rasa syukurnya yang tak terhingga kepada Allah karena telah berhasil mencapai tepat 1 (satu) tahun masa tugasnya sebagai Bupati bersama Wakilnya memimpin Wajo untuk masa jabatan 2019-2024. 

"Dalam kurun waktu satu tahun ini, tak terkira banyaknya pernak-pernik kehidupan yang menghiasi perjalanan kami. Pahit dan manis menyapa silih berganti. Tanjakan atau turunan datang dan pergi. Tidak mudah mengawali tugas ketika daerah ini sedang mengalami defisit dan rendahnya sejumlah indikator strategis ekonomi makro," beber Amran Mahmud mengawali pembicaraan perjalanan kariernya selama satu tahun memimpin Wajo.

Menurutnya, defisit sebesar Rp67 miliar yang diwariskan oleh APBD 2018 memaksa mereka untuk mengencangkan ikat pinggang di tahun 2019 lalu. Langkah-langkah berani dan tidak populer terpaksa mereka ambil demi mengembalikan kondisi keuangan daerah yang sakit kala itu.

"Alhamdulillah berkat dukungan dari berbagai pihak, kita berhasil melewati masalah itu dengan selamat. Di luar masalah internal tersebut, secara eksternal kondisi ekonomi makro Kabupaten Wajo pada tahun 2018 juga menunjukkan kecenderungan yang negatif," urainya.

Amran Mahmud merinci, angka pertumbuhan ekonomi berada pada titik terendah selama sekian tahun terakhir ini, yaitu 1,07 persen. Hal itu diikuti dengan naiknya angka pengangguran menjadi 3,79 persen, kemiskinan 7,50 persen, gini rasio 0,369 persen. Padahal kata dia, pergantian pemerintahan lazimnya selalu diikuti oleh espektasi besar dan harapan yang tinggi dari masyarakat untuk segera melihat terjadinya perbaikan kualitas kehidupan.

Selanjutnya, Politisi PAN itu mengungkapkan bahwa dilema antara besarnya kebutuhan untuk segera memenuhi janji kepada masyarakat, dengan kewajiban menutupi defisit, sungguh tidak mudah diarungi. 

Namun berkat kekompakan dan kebersamaan yang didasari oleh komitmen tinggi untuk bekerja bagi masyarakat, duo Amran mampu melakukan perbaikan secara bertahap.



Bupati Wajo Amran Mahmud Bersama Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah pada Moment HUT Kabupaten Wajo

"Kami berharap rilisan data capaian tahun 2019 dari Badan Pusat Statistik nanti menunjukkan angka-angka yang menggembirakan. Kami menyadari bahwa publik terus mengikuti langkah-langkah Pemerintah Daerah," tambahnya.

Amran Mahmud membeberkan, pasca dilantik, selama satu tahun kepemimpinannya yang jatuh pada Sabtu (15/02/2020), berbagai upaya mereka telah tempuh untuk mengakselerasi perwujudan visi Kabupaten Wajo, yaitu Pemerintah amanah menuju Wajo yang maju dan sejahtera.

Upaya dalam mewujudkan visi dan misi melalui beberapa kerja nyata, duo Amran bagi ke dalam 4 kategori kerja nyata, yaitu Wajo Amanah dan Bersih, Wajo Sehat, Cerdas dan Religius, Wajo Maju, dan Wajo Sejahtera. Keempat kategori tersebut kata Amran Mahmud merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Amran menceritakan, Wajo Amanah dan Bersih diwujudkan melalui beberapa kerja nyata. Pertama, Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang selama ini hanya berlangsung di Kecamatan Pitumpanua. 

Namun berkat upaya Camat Belawa, di Belawa juga sudah berdiri konsep pelayanan serupa yang bahkan sudah ditingkatkan menjadi Mal Pelayanan Publik yang sederhana. 

"Kita berharap seluruh kecamatan dapat segera mengadopsi pola ini untuk memangkas berbagai prosedur pelayanan kepada masyarakat. Kedua, percepatan reformasi birokrasi dan e-government," ungkapnya.

Percepatan reformasi birokrasi mereka tempuh dengan melakukan restrukturisasi birokrasi pemerintahan agar lebih ramping, miskin struktur dan kaya fungsi. Sebanyak 12 organisasi perangkat daerah dilebur. 

Peleburan itu menyebabkan jumlah OPD Kabupaten Wajo saat ini hanya 27 perangkat daerah, dari sebelumnya sebanyak 39 perangkat daerah. Struktur birokrasi tersebut telah diisi oleh pejabat yang dipilih dan diangkat melalui proses yang transparan. 

Restrukturisasi ini diharapkan akan berdampak pada terjadinya efisiensi operasional OPD yang ditandai dengan menurunnya belanja pegawai serta belanja barang dan jasa. Dengan harapan, belanja publik mengalami peningkatan di masa yang akan datang.



Duo Amran pada Moment 100 Hari Kerja sebagai Bupati dan Wakil Bupati Wajo

Selain efisiensi operasional, restrukturisasi organisasi juga berdampak pada efektivitas tata laksana, yang ditandai dengan kemudahan koordinasi dan sinkronisasi, penyederhanaan prosedur dan pemangkasan rentang kendali.

Dia berharap, pada masa mendatang, restrukturisasi ini akan mendorong peningkatan kinerja para pegawai ASN. Adapun implementasi e-government pada sektor Pendapatan Asli Daerah telah berdampak pada terjadinya peningkatan PAD sebesar 2,19 persen.

Peningkatan ini lanjut Amran Mahmud dicapai melalui penerapan Mobile Payment Online System (MPOS) atau pembayaran pajak secara online. Salah satu pemanfaatan MPOS dapat dilihat penggunaannya di warung makan atau restoran.

Selain MPOS, kepemimpinan duo Amran juga menerapkan tax clearing system atau konfirmasi status wajib pajak pada administrasi perizinan. Kemudahan berusaha juga diharapkan terjadi dengan menerapkan perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).

Host to host system juga telah mulai diimplementasikan untuk meningkatkan Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB, melalui perjanjian kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional/ATR Kabupaten Wajo.

"Sebagai bentuk sinkronisasi terhadap seruan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, transaksi non tunai juga sudah diterapkan di Kabupaten Wajo sejak pertengahan tahun 2019, dimulai dari transaksi nol rupiah," jelasnya.

Kemudian, dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang bebas korupsi, dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Maka seluruh perangkat daerah telah berkomitmen untuk membangun integritas, melalui penandatanganan Piagam Pembangunan Zona Integritas, sebagai bentuk kerja nyata ketiga duo Amran dalam mewujudkan Wajo yang amanah dan bersih. "Kita berharap setiap orang yang bekerja di institusi pemerintah daerah mematuhi ketentuan tersebut," pungkasnya.

Tak hanya itu, Kabupaten Wajo juga telah berhasil meningkatkan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah atau APIP. Peningkatan Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menjadi Level 3.

Selanjutnya, kerja nyata lainnya untuk mewujudkan Wajo Amanah dan Bersih adalah memberikan perhatian kepada pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan publik, melalui peningkatan tunjangan perangkat desa. Khususnya para Kepala Urusan, Kepala Seksi dan Kepala Dusun, sebesar 35,03 persen atau setara dengan gaji PNS golongan II/a pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2020.

Kemudian untuk mewujudkan Wajo Sehat, Cerdas dan Religius, Pemerintah Kabupaten Wajo telah menyediakan 5 unit oto dottoro’ (mobil dokter) beserta kelengkapannya senilai Rp6 miliar rupiah. Oto dottoro’ ini akan bersanding dengan Mobil Ambulance Desa yang pengadaannya dilakukan melalui ADD tahun 2018 yang lalu.



Duo Amran di Tengah Masyarakat Wajo

"Kita berharap, dengan semakin banyaknya mobil layanan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, masalah-masalah kesehatan, khususnya yang gawat darurat, bisa kita atasi. Selain itu, kami juga telah menyediakan 1 unit mobil Public Safety Center atau PSC senilai Rp408 juta rupiah, sekaligus merealisasikan pembangunan gedung PSC yang berlokasi di dekat Stadion Andi Ninnong Sengkang," tambahnya.

Gedung PSC tersebut kata Amran diharapkan mulai beroperasi tahun 2020 untuk mengendalikan operasional Oto Dottoro’ dan Ambulance Desa. Kepemimpinan duo Amran juga telah melakukan revitalisasi sarana kesehatan melalui pembangunan dan pemeliharaan Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu dengan nilai kurang lebih Rp1,41 miliar rupiah. 

"Alhamdulillah, saat ini RSUD Lamaddukkeleng dan RSUD Siwa telah mendapatkan sertifikat akreditasi dengan kategori utama.
Di unit layanan kesehatan terdepan, Puskesmas Salewangeng dan Puskesmas Belawa juga sudah berhasil meraih akreditasi paripurna," bebernya lagi.

Dengan adanya pembangunan pemeliharaan rumah sakit diharapkan kualitas layanan kesehatan pada fasilitas tersebut bisa semakin baik. Selain itu, melalui program tersebut semua puskesmas diharapkan dapat meraih akreditasi paripurna untuk mendukung dan melanjutkan upaya kesehatan gratis.

"Pengalokasian anggaran sebesar Rp20,14 miliar rupiah juga sudah kita persiapkan pada tahun 2020 ini untuk kesehatan gratis. Wajo Cerdas ditunjukkan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas SDM kita. Kami menjalin kerjasama dengan Quantum Akhyar Institute, dengan mengutus sebanyak 14 orang untuk mengikuti training of trainer Metode At-Taisir dan kursus ulama di Bekasi," akunya lagi.

Lebih jauh, Amran Mahmud mengungkapkan bahwa di luar kerja sama tersebut, Quantum Akhyar juga memberikan beasiswa kepada tiga orang anak di Wajo untuk menjalani pendidikan S1 pada salah satu perguruan tinggi di Sudan. 

"Insya Allah, pada tahun 2020 ini anggaran beasiswa kita sebanyak 3 miliar rupiah yang diperuntukkan kepada para mahasiswa cerdas berprestasi yang mengalami kesulitan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagai bentuk perwujudan Wajo Cerdas sekaligus Wajo Religius, kami memberikan beasiswa khusus kepada calon tokoh-tokoh agama desa sebanyak 57 orang melalui APBDes," tambahnya.

"Pada program ini, kami bekerja sama dengan Universitas Islam As’adiyah melalui jalur pendidikan formal, agar para tokoh agama desa dapat kembali ke desa asal masing-masing untuk mengabdi sebagai penyuluh, pendakwah, dan tokoh agama yang lebih berkualitas," sambung Wakil Bupati Wajo Amran.

Menurut Amran, Wajo Religius diwujudkan melalui Gerakan Masjid Cantik (Gemantik), dengan memberikan bantuan hibah APBD Tahun 2019 sebesar Rp3,97 miliar rupiah kepada 45 unit masjid. Bantuan hibah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengakselerasi terwujudnya Wajo Religius. 

"Di samping itu, kami juga mendirikan lembaga tahfidz Al-Quran pada beberapa masjid yang tersebar di sejumlah kecamatan dengan memanfaatkan para pelatih yang telah mengikuti ToT Attaisir di Bekasi," urainya.

Menrut Amran, lembaga tahfidz ini mendidik 118 orang calon hafidz Quran.  Pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah, sehingga arus orang, barang dan jasa dari pusat produksi ke area distribusi dapat berlangsung dengan cepat dan efisien.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan Wajo Maju, melalui pembangunan infrastruktur jalan kondisi mantap. Saat ini, telah dipelihara, dibangun dan ditingkatkan jalan dan jembatan sepanjang 61,1 km dan 5 unit jembatan.



Duo Amran dalam Salah Satu Acara Keagamaan di Kabupaten Wajo

Berdasarkan data sektor jalan dan jembatan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, alokasi anggaran tahun 2019 berhasil menyentuh angka Rp201,54 miliar rupiah, yaitu mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar Rp127 miliar rupiah dibanding tahun sebelumnya. Dengan demikian, total panjang jalan kabupaten dalam kondisi mantap saat ini menjadi 380 km atau sekitar 37,7 persen dari total jalan kabupaten. 

"Kondisi ini tentu masih jauh dari harapan kita, karena pada awal tahun 2019, panjang jalan kabupaten kita yang berada dalam kondisi mantap hanya 28 persen dari total panjang jalan kabupaten. Hal itu akan membuat usaha kita lebih keras untuk mewujudkan 1.000 km jalan mantap," jelasnya.

Kepemimpinan duo Amran pun bercita-cita menjadikan Wajo bermandikan cahaya dengan memasang penerangan jalan umum atau PJU sebanyak 460 titik, baik melalui APBD maupun APBN. Selain itu, kepemimpinan duo Amran juga memberikan penyertaan modal kepada PDAM sebesar Rp3 miliar rupiah, sehingga Wajo mendapatkan bantuan APBN berupa 1000 sambungan baru PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

"Target kami mencetak 10.000 wirausahawan baru pada akhir masa jabatan, hingga saat ini telah terealisasi sebanyak 658 wirausahawan baru. Dukungan pemerintah daerah diwujudkan melalui penyediaan lokasi berwirausaha melalui kawasan kuliner dan cenderamata, maupun pendampingan kewirausahaan melalui berbagai kegiatan," pungkasnya.

Selain itu, Pemerintah pusat juga turut berpartisipasi dengan memberikan bantuan modal kepada 10 orang wirausahawan baru melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kemudian untuk kategori keempat kepemimpinan duo Amran dalam mencapai visi adalah Wajo Sejahtera, yang diwujudkan melalui Peluncuran Kawasan Pertanian Terpadu (integrated farming) di Kelurahan Uraiyang Kecamatan Majauleng. 

"Kami menyediakan Kelurahan Uraiyang sebagai kawasan pelaksanaan sistem pertanian terpadu yang berwawasan ekologis, ekonomis dan berkesinambungan" pungkas Wakil Bupati Wajo ini.

Selanjutnya, kerja nyata lainnya untuk mewujudkan Wajo Sejahtera, duo Amran mengupayakan melalui rumah sehat untuk warga miskin. Upaya ini dilakukan dengan menyelenggarakan bedah rumah melalui Dinas Sosial serta Dinas Perumahan dan Permukiman sebanyak 230 rumah tangga. 

Rumah sehat untuk warga miskin mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat melalui bantuan APBN. Berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Permukiman, persentase rumah layak huni saat ini mencapai 95,68 persen, sehingga masih terdapat sekitar 4,32 persen rumah yang belum layak huni.

Sebagai wilayah dengan lahan pertanian yang cukup besar, maka duo Amran mengupayakan kedaulatan pangan melalui Program Serasi (Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani). Program ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian berupa 34 unit traktor roda empat, 101 unit traktor roda dua, 43 unit pompa air, 8 unit cultivator, dan 15 unit hand sprayer.

"Kita juga telah melakukan penggalian untuk rehabilitasi saluran tambak sepanjang 11.080 meter, penggalian rawa ex-ornamen sepanjang 2.660 meter.
Bantuan ternak ayam kampung super untuk 3.284 rumah tangga miskin yang dibingkai dalam Program Bekerja dari Kementerian Pertanian diharapkan mampu mendorong lahirnya wirausahawan baru, sehingga berkontribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat," beber Bupati Amran lagi.

Selanjutnya, selain bantuan ternak, Wajo juga mendapatkan bantuan bagi para petani, berupa 580 paket converter kit LPG senilai Rp4,64 miliar rupiah. Para nelayan juga mendapatkan bantuan berupa 150 set alat tangkap senilai Rp34,9 juta rupiah, 10 unit mesin tempel senilai Rp46,75 juta rupiah, dan 2 unit flake machine senilai Rp1,45 miliar rupiah. Seluruh bantuan tersebut berdampak pada efisiensi biaya petani dan nelayan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. 



Bupati Wajo Amran Mahmud pada Acara Keagamaan di Kabupaten Wajo

"Berdasarkan pencapaian tahun 2019 yang telah kami paparkan bersama, kami berkomitmen untuk lebih mengakselerasi pencapaian target-target pembangunan di tahun 2020 dengan komitmen GASPOLL. Komitmen ini mengartikan bahwa kami akan mengerahkan seluruh daya upaya dengan kekuatan penuh, agar capaian tahun ini mengalami peningkatan yang jauh lebih signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," tegasnya.

Selain itu, khusus tahun 2020 di tahun kedua kepemimpinan duo Amran, mereka berkomitmen melalui penandatangan Perjanjian Kinerja Perangkat Daerah Tahun 2020 yang baru saja dilaksanakan, akan merealisasikan berbagai pembangunan.

Diantaranya, pertama pembangunan, pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan senilai Rp240 miliar rupiah. Kedua, pembangunan gelanggang olahraga atau GOR senilai Rp15 miliar rupiah, ketiga revitalisasi Pasar Tempe senilai Rp56 miliar rupiah, yang merupakan bantuan APBN dari Kementerian Perdagangan. Selanjutnya, yang  keempat pemasangan 5.000 jaringan gas rumah tangga atas dukungan dari pihak Kementerian ESDM, kelima pemasangan 500 sambungan baru air bersih PDAM.

"Selain kelima program tersebut, kami juga tetap berkomitmen untuk melanjutkan pencapaian 25 kerja nyata demi mewujudkan Pemerintah Wajo yang maju dan sejahtera," tambahnya.

Oleh karena itu, melalui refleksi satu tahun pemerintahan ini, duo Amran juga  mengharapkan mendapatkan banyak masukan dan catatan kritis-konstruktif dari publik, yang akan menjadi bahan bagi mereka dalam memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Wajo.

"Insya Allah dengan dukungan dari saudara-saudara sekalian, kami akan terus berjuang mewujudkan cita-cita masyarakat yang tertuang dalam visi dan misi pemerintahan kita.  Kami secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih, kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Wajo, kepada para unsur Forkopimda, kepada para pejabat instansi vertikal, dan segenap jajaran pemerintah daerah, atas dukungan dan kerja keras, yang telah saudara-saudara tunjukkan sekalian selama ini," katanya.

Menurut Amran Mahmud, progres yang mereka raih saat ini tentunya belum memuaskan. Sehingga dibutuhkan motivasi yang lebih besar dan upaya lebih tekun serta sungguh-sungguh, untuk mengerahkan segala kemampuan, bekerja dan bersinergi demi mewujudkan masyarakat Wajo yang maju dan sejahtera.

"Ingatlah, hasil luar biasa hanya bisa dicapai dengan upaya luar biasa pula. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita semua," pungkas Politisi PAN yang dikenal sederhana dan religius itu.