Buka Seleksi Calon Petugas Haji Tahap II

Kakanwil Kemenag Sulsel Butuh Petugas Haji Berkualitas

Iksan, otonominews.co.id
Jumat, 14 Februari 2020 | 13:57 WIB


Kakanwil Kemenag Sulsel Butuh Petugas Haji Berkualitas
Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel H Anwar Abubakar Saat Membuka Seleksi Calon Petugas Haji Tahap II
MAKASSAR, (otonominews) - Kantor Kementerian Agama Sulawesi Selatan kembali menggelar seleksi calon petugas haji tahap II. Seleksi tersebut diselenggarakan di Aula Gedung Haji lantai 4 Kanwil Kemenag Sulsel, Jumat (14/02/2020).

Seleksi tahap kedua tersebut dihadiri langsung Kasubdit Transportasi dan Perlindungan Jemaah Haji Reguler Dirjen PHU Kemenag RI H Nurchalis dan diikuti sebanyak 84 peserta.

Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel H Anwar Abubakar saat membuka seleksi tersebut memastikan bahwa penyelenggaraan seleksi calon petugas haji bebas dari perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme. "Jangan main-main. Seleksi ini adalah murni prestasi. Proses ini juga diawasi langsung oleh Inspektorat jenderal Kemenag RI," pungkasnya.

Kakanwil Kemenag termuda di Indonesia ini juga menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan kompetensi agar bisa mendapat calon petugas berkualitas. Anwar Abubakar juga mengingatkan agar peserta meluruskan niat karena petugas haji adalah pelayan tamu Allah.

"Mereka bertugas dibiayai negara untuk melayani, membimbing, dan melindungi jemaah haji agar dapat melaksanakan rukun dan wajib hajinya," tambahnya.

Anwar Abubakar juga menyatakan bahwa tugas dan tanggung jawab petugas haji tahun ini semakin besar. Di samping tugas memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jemaah haji, para petugas haji juga ditargetkan agar mampu meningkatkan indeks penyelenggaraan ibadah haji yang selama 3 tahun sebelumnya secara berturut turut selalu mengalami trend peningkatan.

"Jadi jangan sampai tahun ini indeks penilaian tersebut turun, dan tanggungjawab itu sebagian besar ada di tangan dan pundak petugas haji," pungkasnya.



Diketahui, pada seleksi petugas haji tahap kedua ini, para peserta seleksi mengikuti tiga jenis ujian, CAT (Computer Assisted Test), essay dan wawancara.  Kasubdit Transportasi dan Perlindungan Jemaah Haji Reguler pada Dirjen PHU Kemenag RI H Nurchalis yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, pilihan menggunakan sistem CAT menjadi ikhtiar Kemenag agar proses seleksi berjalan transparan dan akuntabel, serta terhindar dari praktek kolusi, korupsi, dan nepotisme.

Nurchalis juga mengatakan bahwa secara nasional, seleksi tingkat provinsi diikuti sekitar 2.638 peserta. Mereka akan memperebutkan 1.014 PPIH (Panitia Penyenggara Ibadah Haji) Kloter, terdiri dari Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah Kloter. Selain itu, ada juga 305 kuota Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Kaswad Sarton melaporkan bahwa seleksi pertama calon petugas haji tingkat Sulawesi Selatan mencapai 223 orang. Dari jumlah tersebut yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti seleksi tahap kedua sebanyak 84 orang. 

Formasi calon petugas haji yang akan diterima antara lain Ketua Kloter (TPHI), Pembimbing Ibadah Kloter (TPIHI), PPIH Arab Saudi yang terdiri dari Layanan badah, Konsumsi, Akomodasi, Transportasi dan Siskohat.

Kabid PHU menambahkan Kelulusan tahap kedua ini belum memastikan mereka yang lulus menjadi petugas haji sebelum mengikuti pelatihan selama 10 hari. Kaswad Sarton juga menambahkan bahwa peserta yang lulus menjadi petugas setelah diterbitkannya Surat pemanggilan untuk petugas haji yang biasa disebut SPMH.


ARTIKEL TERKAIT