Bamsoet Ajak Generasi Muda Aktif Berinvestasi

Rayu, otonominews.co.id
Jumat, 14 Februari 2020 | 07:56 WIB


Bamsoet Ajak Generasi Muda Aktif Berinvestasi
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Saat Menerima Pengurus Junior Chamber International Indonesia (JCI Indonesia), di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta

JAKARTA, (otonominews) - Berdasarkan survei OCBC NISP 2020, hanya 2 persen millenial yang tertarik berinvestasi. Padahal pengeluaran perbulan mereka, menurut survei IPOS 2020 (sebuah perusahaan riset global asal Prancis -red), rata-rata bisa mencapai 5 juta perbulan atau mencapai 20 persen dari pendapatan.

Oleh sebab itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) memacu generasi millenial kelahiran 1965-1980 maupun Gen Z kelahiran 1998-2010 untuk aktif menginvestasikan uangnya di berbagai instrumen investasi.

"Millenial dan Gen Z sangat pintar mendapatkan uang dari berbagai usaha online maupun kegiatan lainnya. Jika millenial dan Gen Z bisa aktif berinvestasi, akan sangat bagus bagi peningkatan perekonomian nasional," ujar Bamsoet saat menerima pengurus Junior Chamber International Indonesia (JCI Indonesia), di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kamis (13/02/2020).

Lebih jauh Bamsoet mengatakan, instrumen investasi saat ini banyak sekali, mulai dari Saving Bond Ritel yang dikeluarkan Kementerian Keuangan, maupun berinvestasi dengan membuat usaha bersama.

Bamsoet menilai, sebagai organisasi kepemudaan yang diisi kalangan muda berusia 18-40 tahun, JCI Indonesia yang kini memasuki usia 46 tahun sudah punya jaringan yang kuat ke berbagai organisasi kepemudaan dunia. Terafiliasi dengan JCI yang berpusat di Amerika Serikat dengan koneksi 200.000 warga muda dunia, JCI Indonesia harus memanfaatkan network tersebut untuk meningkatkan semangat kewirausahaan.



Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Saat Menerima Pengurus Junior Chamber International Indonesia (JCI Indonesia), di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta

"Rasio pajak terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) pada tahun 2019 turun menjadi 10,7 persen, dari sebelumnya 11,5 persen pada tahun 2018. Selain dipicu kondisi perekonomian global yang sedang surut dan lesunya produktivitas berbagai perusahaan, turunnya rasio pajak juga lantaran tidak meluasnya jumlah wajib pajak. Jika kalangan muda banyak yang membuka usaha baru, selain akan membuka lapangan pekerjaan juga akan menyumbang pendapatan negara melalui pajak yang dibayarkan," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menekankan, meneguhkan kedaulatan Indonesia harus dimulai dengan mewujudkan kemandirian di bidang ekonomi. Jika ekonomi lemah, negara lain dengan mudah melecehkan. Gen Z dan Millenial yang kini rata-rata berusia 20-35 tahun dan jumlahnya saat ini mencapai 63,4 juta jiwa, merupakan kekuatan Indonesia untuk berdaulat di bidang ekonomi.

"JCI Indonesia harus menjadi lokomotif melahirkan generasi muda yang melek investasi, melek ekonomi, dan melek usaha. Dan yang terpenting tentu saja tidak melupakan melek kebangsaan," pungkas Bamsoet.