Gubernur Viktor Laiskodat Ingin Mata Pelajaran Agama, Dihapus di NTT!

Rayu, otonominews.co.id
Selasa, 11 Februari 2020 | 11:24 WIB


Gubernur Viktor Laiskodat Ingin Mata Pelajaran Agama, Dihapus di NTT!
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) - Foto Istimewa

HAITIMUK, (otonominews)  - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kembali membuat berita mengejutkan. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menginginkan sistem pendidikan tahun 2021 untuk tingkat SD, SMP, SMA/SMK di NTT hanya ada tiga mata pelajaran (Mapel) saja dan mata pelajaran Agama dihapus.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Viktor Laiskodat kepada Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran M.P.H., ketika berbicara di hadapan para pejabat dan masyarakat di Rumah Jabatan Bupati Malaka di Haitimuk, Minggu (09/02/2020) malam.

Selain meminta Bupati Malaka Stefanus Bria Seran meminta hanya menerapkan tiga mata pelajaran saja untuk siswa SD, SMP, SMA/SMK, VBL juga meminta mata pelajaran pendidikan Agama dihapus dan pelaksanaannya diserahkan tanggung jawabnya kepada pendidik Agamanya masing-masing.

Lebih jaub VBL mengatakan, ketiga mata pelajaran yang dipertahankan tersebut antara lain berhitung, bahasa, dan sejarah ke-Indonesiaan.

Sementara soal alasan mata pelajaran Agama di hapus, mengingat selama ini para guru mengajar terlalu banyak mata pelajaran. "Ajar semua pelajaran tapi tidak ada yang tahu. Di Kupang ada anak SD kelas 5 tapi tidak tahu membaca. Ini repot. Karena itu, tahun 2021 tidak ada ujian nasional, maka saya akan lapor ke Bapak Presiden terkait hal ini," ujar VBL.

“Kita di NTT cukup tiga mata pelajaran saja, yakni berhitung (logika dan matematika), bahasa (bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa daerah), dan sejarah Indonesia. Selama ini transfer knowledge ini yang perlu dilatih,” jelasnya.

Lebih jauh VBL mengatakan, jika anak-anak ini sudah kuat dengan tiga mata pelajaran, maka mereka ke kampus mana saja pasti tembus. Karena standar pendidikan di Malaka akan sama dengan di Amerika.

Gubernur VBL berharap kepada semua stakeholders untuk tidak main-main dengan produk sumber daya manusia di Provinsi NTT.

"Jangan bermimpi mau berhasil kalau model atau sistem pendidikan kita masih seperti ini. Ini tantangan kita. Kalau kita belajar masih seperti ini terus dengan banyak mata pelajaran maka hanya menunggu gila saja," tegasnya.

Ke depan agar gagasan untuk menerapkan tiga mata pelajaran saja harus dimulai dari Kabupaten Malaka. “Harus dari Malaka tahun 2021. Kita harus menerapkan langkah-langkah yang radikal dalam dunia pendidikan,” tambah VBL.

Sebagai informasi, Senin (10/02/2020) Gubernur bersama rombongan mengunjungi pembangunan Jembatan Horoe II di Desa Sanleo pada pukul 10.00 wita. Rombongan Gubernur, selanjutnya akan meninjau pengembangan porang dalam kawasan hutan di Nenuk, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.