Hingga Hari ini, Sudah 1.011 Orang Tewas Akibat Virus Corona

Rayu, otonominews.co.id
Selasa, 11 Februari 2020 | 10:06 WIB


Hingga Hari ini, Sudah 1.011 Orang Tewas Akibat Virus Corona
Corona Virus yang Semakin Mewabah dan Menewaskan Lebih dari 1000 Orang - Ilustrasi

JAKARTA, (otonominews) - Angka kematian total yang disebabkan virus corona baru (2019-nCoV) mencapai 1.011 orang per Selasa pagi (11/02/2020). Seperti dilansir CNBCIndonesia, jumlah ini dilaporkan Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, China, daerah endemi virus corona yang melaporkan 103 kematian baru.

Dalam laporan hariannya, Komisi Kesehatan Provinsi Hubei juga mengkonfirmasi 2.097 kasus baru di provinsi tersebut. Jadi, saat ini total kasus yang disebabkan virus mirip SARS tersebut mencapai lebih dari 42.200 kasus di China saja.

Virus corona yang mematikan pertama kali muncul pada bulan Desember 2019 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China. Virus yang diyakini berasal dari hewan liar yang dijual di sebuah pasar di Wuhan itu hingga saat ini belum memiliki vaksin.

Dalam hal penyebaran, virus ini diketahui sudah menyebar ke sedikitnya 26 negara sejauh ini. Yaitu di China, Jepang, Singapura, Thailand, Korea Selatan, Malaysia, Australia, Vietnam, Jerman, Amerika Serikat, Prancis, Makau, Inggris, Uni Emirat Arab, Kanada, Filipina, India, Italia, Rusia, Spanyol, Nepal, Swedia, Sri Lanka, Kamboja, Finlandia, Belgia.

Virus yang memunculkan gejala seperti demam dan batuk pada penderitanya ini awalnya dilaporkan menyebar melalui kontak langsung dengan penderita dan umumnya menjangkiti mereka yang memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan. Namun, lembaga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan belakangan virus juga telah menjangkiti mereka yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan.

Akibat ini, WHO mengirim ke Wuhan sebuah tim yang ditujukan untuk membantu menangani wabah ini. Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah mengumumkan keberangkatan tim yang dipimpin lembaganya tersebut ke China pada Sabtu lalu.

"Tim ini dipimpin oleh Dr Bruce Aylward, veteran darurat kesehatan masyarakat masa lalu," kata Tedros dalam sebuah tweet.