Lebih 400 Bencana Terjadi Hingga Minggu Ketiga Februari 2020

Berkunjung ke Makassar, Kepala BNPB Ingatkan Masyarakat Jaga Hubungan Baik dengan Alam

Rayu, otonominews.co.id
Senin, 10 Februari 2020 | 22:08 WIB


Berkunjung ke Makassar, Kepala BNPB Ingatkan Masyarakat Jaga Hubungan Baik dengan Alam
Gubernur Sulawesi Selatan Prof HM Nurdin Abdullah Mendampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo Saat Menghadiri Kegiatan Penataran Manajemen Penanggulangan Bencana di Makassar, Sulawesi Selatan
MAKASSAR, (otonominews) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghadiri kegiatan penataran manajemen penanggulangan bencana di Gedung Pola komplek perkantoran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (10/02/2020).

Kegiatan penataran manajemen penanggulangan bencana yang baru pertama kali diselenggarakan di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) ini mengangkat tema "Penanggulangan Bencana Urusan Bersama" dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Saat membuka acara, Prof Nurdin Abdullah mengingatkan pentingnya mitigasi dan pencegahan mengingat wilayah Sulsel juga memiliki beragam potensi ancaman bencana seperti banjir, angin puting beliung, longsor dan sebagainya.

"Diharapkan melalui penataran ini dapat memberikan bekal bagi masyarakat Sulsel dalam menghadapi potensi ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja," harap Nurdin Abdullah.

Sementara, Kepala BNPB, Doni Monardo mengajak agar manusia kembali memahami apa yang telah dianjurkan oleh agama Islam terkait hablum minal alam,  yaitu tentang hubungan manusia dengan alam. Doni juga mengajak untuk memikirkan strategi jangka panjang dalam penanggulangan bencana.

"Kita harus berpikir bagaimana menyiapkan bangsa ini agar dapat menghadapi ancaman bencana bukan untuk satu tahun, dua tahun, tapi ratusan tahun yang akan datang," ucap Doni.

Selain Kepala BNPB dan rombongan, acara ini juga dihadiri Pangdam Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, anggota DPR RI, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah se-Sulawesi Selatan, Kepala Pelaksana BPBD provinsi dan kabupaten/kota, para pejabat TNI/Polri, dan organisasi perangkat daerah terkait se-Provinsi Sulsel.

BNPB juga mencatat lebih dari 400 bencana terjadi hingga minggu ketiga Februari 2020, atau per 10 Februari 2020 di sejumlah daerah di Indonesia. BNPB juga menyimpulkan bahwa bencana hidrometeorologi dominan terjadi hingga mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 94 orang dan hilang 2 orang. 

Bencana hidrometeorologi yang dominan tersebut yaitu banjir 171 kejadian, puting beliung 155, tanah longsor 98 dan gelombang pasang atau abrasi 2. Dari sejumlah kejadian ini, banjir merupakan banjir yang paling banyak mengakibatkan korban meninggal dunia, yaitu 86 orang, disusul tanah longsor 5 dan puting beliung 3. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo menambahkan bahwa catatan BNPB dari awal tahun hingga 10 Februari 2020 ini, bencana banjir memberikan dampak paling besar dibandingkan bencana lain. Distribusi jenis kejadian bencana selain bencana hidrometeorologi yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 28 kejadian dan gempa bumi 1. Total jumlah kejadian bencana sepanjang awal tahun Januari hingga minggu ketiga Februari 2020 berjumlah 455 kejadian. 

Selain berdampak pada korban jiwa, sejumlah kejadian bencana tadi mengakibakan kerusakan infrastruktur seperti tempat tinggal dan fasilitas lain, seperti pendidikan, kesehatan, perkantoran dan jembatan.



Jumlah total rumah rusak dengan kategori rusak berat (RB) mencapai 2.512 unit, rusak sedang (RS) 1,725 dan rusak ringan 6.707. Sedangkan kerusakan infrastruktur lain, fasilitas pendidikan berjumlah 142, peribadatan 121, perkantoran 47 dan kesehatan 11. Dari total kerusakan ini, hanya 5 rumah dengan kategori RS disebabkan karena gempa bumi, sedangkan sisanya disebabkan bencana hidrometeorologi.  

Sebanyak 994.932 orang tercatat menderita dan mengungsi akibat bencana. Tiga wilayah provinsi dengan jumlah bencana tinggi yaitu Jawa Tengah 119 kejadian, Jawa Barat 72 dan  Jawa Timur 69.

Sementara itu, BMKG merilis pada 8 Februari 2020 lalu bahwa berdasarkan analisis spasial distribusi curah hujan, perkembangan musim hujan hingga akhir Januari 2020, 99 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan sedangkan 1 persen wilayah masih mengalami musim kemarau.

Beberapa wilayah yang sudah memasuki musim hujan meliputi Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, Pulau Kalimantan, sebagian besar Sulawesi Utara, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Barat, sebagian besar Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. 

BMKG juga merilis prakiraan curah hujan harian dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode hingga 13 Februari 2020 berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Sehubungan dengan fenomena alam terkait iklim dan cuaca, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi ancaman bahaya, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang maupun petir. Masyarakat dapat terus memantau informasi prakiraan cuaca maupun informasi kewaspadaan terkait cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, BNPB dan BPBD.