Mimpi Besar Amran Mahmud Ingin Jadikan Wajo Pencetak Ribuan Hafiz dan Lumbung Pangan

Ar, Iksan, otonominews.co.id
Sabtu, 08 Februari 2020 | 10:56 WIB


Mimpi Besar Amran Mahmud Ingin Jadikan Wajo Pencetak Ribuan Hafiz dan Lumbung Pangan
Bupati Wajo, Amran Mahmud

MAKASSAR (otonominews) -- Mimpi besar Bupati Wajo, Amran Mahmud untuk menjadikan daerahnya sebagai pencetak ribuan hafiz quran dan lumbung pangan bukan isapan jempol semata. Mimpi besarnya itu dituangkan dalam program prioritas pembangunan daerah yang dikenal sebagai kota santri tersebut.

Bahkan di satu tahun periode kepemimpinannya sebagai Bupati Wajo pasca dilantik awal tahun 2019 lalu. Berbagai program keagamaan yang dicanangkan sebagai upaya melahirkan ribuan hafiz quran sudah berjalan. Termasuk pembangunan infrastruktur dalam menunjang produktivitas pertanian.

Salah satu program keagamaan Bupati Wajo yang sudah berjalan di satu tahun kepemimpinannya yakni Gerakan Masjid Cantik (Gemantik). Dalam program tersebut terdapat tiga hal yang utama yakni menghadirkan taman baca Alqur’an di Masjid, Madrasah Diniyyah Awaliyah dan Tahfizd Alqur'an.

"Sasaran utamanya mengajak seluruh stakeholder, utamanya masyarakat untuk menjadikan masjid layak fisik, kita juga bantu menggunakan dana pemerintah melalui dana hibah. Tujuannya bagaimana memakmurkan masjid," beber Amran Mahmud kepada otonominews, kenarin.

Selain itu, dalam mendukung program gemantik untuk memakmurkan masjid ini, Bupati Wajo juga melibatkan partisipasi masyarakat dan pengusaha yang ada di Wajo dalam mensupport program tersebut.

Selanjutnya, program keagamaan sebagai upaya melahirkan ribuan hafizd quran yang sudah berjalan yakni melakukan kerjasama dengan Ust Adi Hidayat selaku pimpinan Quantum Akhyar Institut melalui program Training of Trainers (TOT) At Taisir yakni metode cepat menghafal Al Quran. Dari kerjasama itu, Bupati Wajo telah mengutus 12 orang hafidz/hafidzah untuk mengikuti TOT.

"Metode cepat menghafal itu dalam waktu satu bulan bisa menguasai satu Al-Quran atau 30 juz. Rata-rata yang kita kirim untuk dilatih sudah menguasai metode cepat dan sudah hafal 30 juz. Setelah itu hafizd yang dikirim kemudian mentransfer ilmunya ke guru-guru mengaji di Wajo," tambah politisi PAN yang dikenal sederhana dan religius itu.

 

Berkat kerjasama dengan Ust Adi Hidayat itu, Amran Mahmud yang juga merupakan kader tulen Muhammadiyah ini mengaku sudah banyak melahirkan hafizddan hafidzah baru dan sudah tersebar di sejumlah kecamatan.

"Alhamdulillah dengan adanya itu sudah berkembang sekarang, dulu kan penghafal hanya di pondok-pondok pesantren. Dengan adanya program itu semua guru-guru mengaji di masing-masing kecamatan sudah menerapkan metode cepat itu. Mimpi kita mencetak ribuan hafizd sudah jalan selama setahun," tambahnya.

Selain menjadikan program keagamaan sebagai prioritas utama, Amran Mahmud juga memprioritaskan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dalam berbagai bidang.

"Disamping mencetak hafizd kita juga menyiapkan SDM unggul, baru-baru kita kirim tiga orang ke Sudan untuk pendidikan bahkan bisa sampai program doktor. Menyiapkan generasi unggul bukan sekadar pendidikan umum, tetapi kita juga ada beasiswa kerjasama beberapa perguruan tinggi. Ini sementara ada seleksi seluruh SMA di Wajo untuk kita Sampoerna university," katanya.

Kerjasama dengan Sampoerna University lanjut Amran guna melahirkan putra putri Wajo yang handal dalam teknik sains dan teknologi. "Kita mau ada anak-anak sains. Kami kan punya gas tapi kita tidak tau persis berapa sebenarnya kandungannya, kita mau ada anak-anak ahli disitu. Ada empat sementara di seleksi dari ratusan anak yang ikut seleksi," ungkapnya.

Amran Mahmud juga mencanangkan program rumah baca di masing-masing kecamatan di Kabupaten Wajo. Bahkan, kedepannya rumah baca diharapkan hadir di semua desa dan kelurahan agar minat baca anak-anak dan masyarakat tumbuh sejak dini.

"Dengan adanya rumah baca di semua desa juga potensi-potensi masing-masing desa. Supaya ada inovasi desa, prodak-prodak lokal nanti muncul. Saya punya program mencetak 10 ribu enterpreneur, termasuk kemarin kita dapat penghargaan dari Menpora sebagai kabupaten layak pemuda, hanya lima kabupaten di Indonesia," terangnya.

Enterpreneur-enterpreneur yang dicetak diharapkan bisa mengembangkan berbagai sektor, mulai dari pengembangkan sutra, pertanian (pertanian terpadu seperti tanaman pangan, peternakan dan perikanan. Seperti diketahui bahwa Kabupaten Wajo dikenal sebagai daerah yang memiliki lahan pertanian terbesar diantara 24 Kabupaten Kota di Sulsel.

Bahkan lahan pertanian di Kabupaten Wajo mencapai ratusan ribu hektare untuk tanaman padi. Tiap tahunnya, Wajo mampu menghasilkan 800 ribu ton beras, disamping memiliki lahan pertanian yang luas, Wajo juga dikenal memiliki laut yang panjang dan produktif untuk perikanan.

Olehnya itu, dalam menunjang produktivitas pertanian, peternakan dan perikanan, Bupati Wajo pada periode pertamanya fokus pada pembangunan infrastruktur jalan. 

"Infrastruktur jalan mempengaruhi semua, pertanian bisa, infrastruktur jalan bagus pengairan bisa terakses. Alhamdulillah lebih Rp300 miliar untuk infrastruktur, anggaran daerah dibantu Provinsi sebanyak Rp50 miliar, termasuk bantuan pusat," katanya.

Diketahui, Kabupaten Wajo juga dikenal sebagai daerah santri lantaran memiliki sejumlah pondok pesantren besar seperti pondok Pesantren As’adiyah yang dibangun oleh AG KH Muhammad As’ad.

"Pesantren itu basinya NU, Wajo dulunya dikenal sebagai kota santri. Pesantren itu didirikan oleh AG KH Muhammad As’ad yang salah satu muridnya Ambo Dalle, KU As'ad  dulu dari Mekkah pulang ke daerahnya buka pesantren. Prof Nasrudin Umar juga alumninya termasuk imam rawatibnya masjid Istiqlal Jakarta," pungkasnya.


ARTIKEL TERKAIT