Jaswar Koto, Nama Paling Dicari di Google

Saksi yang Bikin BW 'Dendam' pada Yusril

Rayu, otonominews.co.id
Sabtu, 22 Juni 2019 | 07:20 WIB


Saksi yang Bikin BW 'Dendam' pada Yusril
Saksi Ahli Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi yang Ahli Finger Print, Jaswar Koto - Foto Istimewa
JAKARTA, (otonominews) - Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu, (19/06/2019)  dengan agenda menghadirkan 15 Saksi dan 2 Saksi Ahli dari Tim Kuasa Hukum Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno baru rampung hingga Kamis (20/06/2019) dini hari.

Hadir sebagai saksi pamungkas adalah Jaswar Koto yang memperkenalkan diri sebagai ahli di bidang High Performance Computing (HPC) dan Biometric Software Development. Jaswar Koto juga menjelaskan bahwa dirinya mengajar di Institute Technology Malaysia.

"Keahlian saya adalah HPC (High Perfomance Computing) sekaligus Biometric Software development. Saya mengajar di Institute Technology Malaysia. Saya juga menjadi kepala dari HPC Centre Technology," kata Jaswar Koto.

High Perfomance Computing merupakan keahlian komputasi berkinerja tinggi untuk menyelesaikan masalah besar dalam sains, teknik, dan bisnis. Sedangkan Software Biometric Development merupakan cabang dari ilmu permograman yang dipraktikkan beberapa software, seperti software fingerprint, pelacakan absensi, dan lain sebagainya.



Jaswar Koto juga menyebut bahwa saat ini masih bekerja sebagai Biometric Developer Programming di Jepang. Selain itu, Jaswar mengaku pernah mengenyam pendidikan S1 di Institut Teknologi Surabaya hingga S3 di Osaka, Jepang. "Saya bekerja di Jepang, sebagai Biometric Developer Programming dan sampai sekarang saya masih sebagai pengajar di sana," jelasnya.

Penjelasan tersebut diberikan Jaswar Koto tentang kompetensimya setelah Ketua Tim Kuasa Hukum Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin mempertanyakan pendidikan dan keahliannya.

"S1 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), S2 di Notre Dame University (Australia), dan S3 di Osaka Prefecture University," terangnya.

"Keahlian saya engineering simulation menggunakan IT teknologi. Saya bekerja sebagai engineering, tapi lebih fokus menggunakan software development," tegas Jaswar Koto dengan bahasa yang tetap halus dan sopan.

Tak puas sampai di sana Yusril menanyakan sertifikat yang dimiliki Jaswar Koto sehingga bisa dikatakan kompeten untuk melakuka audit IT.

"Sertifikat di Indonesia saya tidak punya," jawab Jaswar.

"Kalau di luar negeri," sambar Yusril

"Di luar negeri iya (ada). Sertifikat di bawah perusahaan," terang Jaswar.

Mendengar jawaban itu, Yusril pun tidak lagi menanyakan soal kompetensi Jaswar Koto.



Pertanyaan yang dilontarkan Yusril pada saksi tak ayal membuat Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) 'dendam'.

Maka ketika kubu Jokowi-Ma'ruf menghadirkan Edward Omar Sharif Hiariej atau Prof Eddy saksi ahli, BW pun menanyakan hal yang sama untuk membuktikan kapasitasnya sebagai ahli.

"Ahli kami kemarin, Prof Eddy, ditanya dan agak 'setengah ditelanjangi' oleh kolega kami dari pihak terkait, 'Apakah Anda pantas untuk jadi ahli?' Saksi saya sudah menulis puluhan buku dua ratusan jurnal. Beliau punya kompetensi finger print dan eye scan," kata BW pada Sidang PHPU, Jumat di MK (21/06/2019).

"Saya ingin tanya, saya kagum kepada sobat ahli, tapi pertanyaannya sekarang saya balik, Anda sudah tulis berapa buku yang berkaitan dengan pemilu yang berkaitan dengan TSM? Tunjukkan kepada kami bahwa Anda benar-benar ahli, bukan ahli pembuktian, tapi khusus pembuktian dalam kaitannya pemilu. Berikan kepada kami buku-buku itu, mungkin kami bisa belajar. Berikan kepada kami jurnal internasional yang Anda pernah tulis," tegas BW.

Pada kesempatan berbeda, dalam sebuah vlog, BW juga mengungkapkan soal rasa kesalnya terhadap Yusril yang menanyakan keahlian saksinya. "Ahli Teknologi Informasi dan Ahli Forensik ini nggak bisa dibantah oleh Ahli Hukum Tata Negara,"  tegas BW.

Kembali berbicara tentang saksi ahli yang dibela habis oleh BW, nama Jaswar Koto mencuat setelah menjadi saksi ahli di Sidang PHPU Pilpres tersebut. Namanya bahkan google trend (nama yang paling dicari di google). Jaswar Koto menempati posisi pertama sebagai keyword yang paling banyak dicari, Kamis (20/06/2019).