Ketua DPRD Merauke: Masih Banyak Hal Yang Harus Diperjuangkan Bagi Rakyat

Ar, otonominews.co.id
Jumat, 26 Oktober 2018 | 18:05 WIB


Ketua DPRD Merauke: Masih Banyak Hal Yang Harus Diperjuangkan Bagi Rakyat
Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus Xaverius Sirfefa

MERAUKE (otonominews.net) - Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus Xaverius Sirfefa yang kurang lebih lima tahun dirinya terjun ke dunia politik sebagi anggota legislatif, mengaku masih banyak hal yang harus diperjuangkan untuk rakyat. 

Hal pertama dilakukannya adalah mencoba menerapkan bagaimana masyarakat tidak sulit bertemu pejabat. Kedua, selalu mengunjungi warga ke daerah pilihannya (Dapil) dan melayani seluruh warga dari dapil lainnya untuk melihat dan menjaring aspirasi masyarakat.

"Tujuan saya untuk  mengubah anggapan masyarakat, bahwa bertemu pejabat itu tidak susah. Sehingga waktu saya lebih banyak bersama-sama masyarakat, baik di kantor, di rumah saya atau ke kampung-kampung," jelas dia, Sabtu (25/20).

Pola seperti ini dilakukannya untuk menjaring aspirasi masyarakat, dengan prinsip bukan mereka yang mencari tetapi wakil rakyat yang turun ke kampung - kampung. Namun, dalam perjalanan, tidak semua permintaan masyarakat dapat terakomodir. 

"Yang menjadi tantangan terbesar saya ketika masyarakat menginginkan program A, yang terlaksana program B atau tidak sama Sekali, ini yang menurut saya sangat sulit," kata Sirfefa.

Sebagai Anggota Dewan pihaknya wajib memperjuangkan dengan tetap berpedoman pada peraturan dan mekanisme, baik dalam rapat dengar pendapat sampai dengan persidangan.

Satu hal yang menjadi keyakinannya, bahwa dengan selalu bersama rakyat dan membantu mereka, doa terbaik dari rakyat akan semakin mengangkat seseorang meraih kesuksesan yang lebih baik.

"Saya mau mensyukuri apa yang diberikan Tuhan. Memang di dunia politik banyak persaingan, tapi saya optimis. Prinsip saya kerja dulu baru nanti akan dinilai orang," tandasnya.

Sejauh aspirasi yang dia terima, 70 sampai 80 persen persoalan masyarakat lokal adalah kebutuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan. Maka ia sarankan agar pemimpin daerah lebih banyak di daerah untuk meluangkan waktu guna melihat persoalan di daerah.



Foto: Fransiskus Xaverius Sirfefa saat dilantik sebagai Ketua DPRD Kabupaten Merauke

"Sehingga kita mencari solusi sama- sama untuk bagaimana mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat kita," ucapnya.

Sebagai bentuk kepedulian dan perhatiannya, ia  coba membantu mama-mama asli Papua membuat tempat jualan yang layak di beberapa tempat di Kota dan pinggiran Kota Merauke. 

Pengadaan pasar lokal ini bagi mama-mama Papua sangat penting agar di dalamnya hanya ada komoditi lokal yang dipasarkan dan terutama memudahkan mereka dalam menjual hasil kebunnya.

Menurutnya, dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan bermartabat, pemerintah daerah harus lebih membuka diri, jangan ada sekat karena keberhasilan pembangunan membutuhkan keterlibatan banyak orang.

Katanya lagi, membangun Merauke, tidak melihat konsep dari luar, karena potensi wilayah di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan yang sudah sangat komplit ini tinggal dioptimalkan dalam pengelolaan dan pengembangannya.

Ini menjadi sebuah keunggulan, baik bagi pendapatan masyarakat maupun pendapatan asli daerah (PAD). Selajutnya pemerintah harus bisa melirik bentuk kerjasama dengan pihak swasta yang bisa  menerima hasil bumi di daerah.

"Kami bukan pemimpin yang pintar ataupun cerdas, tetapi kami mengerti tentang kebutuhan masyarakat di kampung-kampung," katanya.

Perjalanan Politik

Usai kuliah, tahun 2012, Fransiskus Xaverius Sirfefa mulai terjun di dunia politik. Melalui partai Gerindra, dia disupport untuk maju mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Merauke tahun 2014 di daerah pilihan (dapil) tiga.

Berkat dukungan partai, keluarga dan masyarakat Merauke, akhirnya dia terpilih dan mendapat kesempatan sebagai wakil rakyat. Seiring berjalannya waktu, dirinya naik menjadi Ketua DPRD Meruke dalam pergantian antar waktu (PAW) pada Kamis (27/4/17) karena berpulangnya mantan ketua DPRD almarhumah Kanisia Mekiuw.

Dalam kesehariannya ia terkenal selalu dekat dengan masyarakat asli lokal guna mendengar keluhan dan masukan serta harapan-harapan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Hampir setiap hari, di rumahnya selalu dipadati warga yang datang dengan beragam keluh kesah. Sehingga ia membuatkan jadwal rutin yang membagi pelayanan tugas di kantor, pelayanan kepada masyarakat di rumahnya,  dengan turun ke kampung-kampung dan waktu untuk keluarga.

"Kenapa saya lakukan ini, karena saya adalah pelayan rakyat. Saya tidak tega kalau pas mau keluar rumah masyarakat sudah antri, masa kita mau tinggalkan mereka. Mereka sudah datang jauh-jauh buang biaya dan ada yang jalan kaki, disitu hati saya tersentuh," terangnya.

Aspirasi warga yang dihimpunnya diupayakan semampunya untuk membantu. Dan untuk hal yang menyangkut kebijakan pemerintah daerah, diperjuangkan agar harapan warga terakomodir.

Selain itu, ada juga event-even budaya dan olahraga yang dibuatnya untuk menghibur masyarakat meski menimbulkan banyak pro dan kontra. Tujuannya, pengembangan budaya baik budaya asli Papua maupun yang datang dari luar harus diprekanalkan kepada generasi muda agar tetap lestari.

Perjalanan karer politknya tidak sampai disitu, ia sudah resmi maju di Dapil dua untuk pemilu legislatif 2019. Dia masih akan merperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan warga agar lebih maju dan berkembang.(gt)