85 Ribu Anak di Kabgor Belum Punya KIA

SASKIA ‘Bidik’ Anak Sekolah Memiliki Tanda Pengenal

Mawi, otonominews.co.id
Selasa, 30 Juni 2020 | 08:39 WIB


SASKIA ‘Bidik’ Anak Sekolah Memiliki  Tanda Pengenal
Penyerahan KIA kurang lebih 5.025 kartu

LIMBOTO (otonominews) -- Sekitar 85 ribuan anak di Kabupaten Gorontalo (Kabgor) belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Demi menuntaskan masalah tersebut, Pemkab Gorontalo saat ini,  gencar melakukan program SASKIA (Setiap Anak Sekolah Punya KIA). Program ini merupakan hasil kerjasama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan  Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo dalam pembuatan Kartu Identitas Anak dengan sasaran target anak-anak di sekolah.

 “Seluruh anak anak TK, PAUD, SD SMP SMA yang di bawah 17 tahun bakal diberikan KIA. Dinas Pendidikan Kebudayaan bekerjasama dalam penerimaan siswa baru diwajibkan untuk bisa memiliki KIA sebagai persyaratan masuk tahun ajaran baru,” kata Kepala Dispendukcapil Muhtar Nuna ditemui usai penyerahan KIA kurang lebih 5.025 kartu, di Aula Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Senin (29/6/2020).

Muchtar Nuna, berharap  seluruh orang tua di Kabgor pro aktif membuatkan KIA untuk anak-anaknya. Apalagi saat ini pemerintah telah menyediakan berbagai macam layanan pembuatan untuk memudahkan orangtua dalam mengurus KIA. Bisa secara online di website atau datang ke kantor Dispenduk Kabgor dengan membawa akta kelahiran serta pas foto untuk anak usia 5 tahun ke atas.

“Anak-anak di Kabupaten Gorontalo berjumlah 125.087 orang, yang punya kartu identitas anak itu baru 34 ribu sekian sehingga 85 ribuan yang belum punya kartu Identitas anak. Kartu ini sangat penting agar mereka memiliki sebuah tanda pengenal,” Kata Muctar lagi. 

Upaya Dispenduk dalam mengatasi masalah KIA ini  mendapat apresiasi dari Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.  Nelson meminta Dispenduk untuk berkolaborasi dengan berbagai dinas untuk menjaring anak-anak mendapatkan KIA. Sebab, KIA ini akan dipergunakan sebagai administrasi anak dalam memenuhi kebutuhannya. Serta menjadi data atas kebijakan anak yang akan dibuat pemerintah.

“Target kami minimal 85 persen anak anak Kabupaten Gorontalo mendapat kartu identitas anak. Kolaborasi dengan Depag Dikbud Puskesmas dalam rangka untuk menjaring identitas,” tandasnya.


ARTIKEL TERKAIT