KPK Baru Ajukan Permintaan Izin Geledah dan Sita Kasus Komisioner KPU, Jumat Malam

Rayu, otonominews.co.id
Minggu, 12 Januari 2020 | 05:17 WIB


KPK Baru Ajukan Permintaan Izin Geledah dan Sita Kasus Komisioner KPU, Jumat Malam
Anggota Dewan Pengawas KPK Syamsudin Haris - Foto Istimewa

JAKARTA, (otonominews) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata baru mengajukan permintaan izin penggeledahan dan penyitaan terkait kasus suap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan pada Jumat malam (10/01/2020).

Hal tersebut disampaikan Anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK Syamsudin Haris, Sabtu (11/10/2020). Pada saat itu juga, kata Syamsudin Haris, pihaknya menerbitkan Surat Penggeledahan dan Penyitaan.

"Untuk diketahui publik, KPK baru mengajukan permintaan izin penggeledahan dan penyitaan kasus OTT komisioner KPU kepada Dewas pada sore jelang malam tanggal 10 Januari 2020. Malam itu juga Dewas memberi izin geledah dan sita kasus komisioner KPU," kata Syamsudin Haris.

Lebih jauh Syamsudin Haris mengatakan, KPK baru mengajukan pemintaan izin untuk penggeledahan dan penyitaan pada Jumat sore. Padahal, menurutnya, Dewas KPK sudah menunggu sejak Kamis (09/01/2020).

"Padahal, Dewas sudah menunggu datangnya permintaan izin geledah dan sita itu sejak kamis tanggal 9 Januari 2020. Jumat tanggal 10 Januari hingga siang, permintaan izin belum ada juga," jelasnya.

Dikatakannya, Dewas akan merespons cepat bila KPK mengajukan izin terkait penanganan perkara korupsi. Ia memastikan Dewas tidak akan pernah menghambat pengungkapan kasus korupsi.

"Dewan Pengawas KPK pada prinsipnya tidak akan pernah menghambat pengungkapan kasus korupsi," urai dia.

Perihal izin dari Dewas KPK terkait OTT komisioner KPU Wahyu Setiawan memang menjadi perdebatan pada Jumat (10/1). Pasalnya, ada perbedaan keterangan antara KPK dan Dewas perihal izin tersebut. Pada pukul 13.43 WIB Jumat (10/1), anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris menyebutkan belum menerbitkan izin penggeledahan dan penyitaan terkait kasus Wahyu Setiawan. Alasannya, Syamsuddin menyebut KPK belum mengajukannya.

"Untuk KPU, sampai siang ini belum ada permintaan izin. Selebihnya bisa tanya dan cek kepada Ketua Dewas," lanjut Syamsudin Haris.

Keterangan Syamsudin Haris diperkuat anggota Dewas lainnya, Albertina Ho pada pukul 15.13 WIB. Albertina menyampaikan hal yang kurang-lebih sama seperti Syamsudin Haris.

Namun, hal berbeda disampaikan KPK, Melalui Plt Jubir Ali Fikri. KPK mengklaim telah mengantongi izin dari Dewas KPK berkaitan dengan kasus yang menjerat komisioner KPU Wahyu Setiawan. Izin itu disebut terkait kegiatan penyidikan berupa penggeledahan dan penyitaan. 

"Tim penyidik sejak semalam langsung bekerja dan saat ini izin dari Dewas untuk melakukan beberapa kegiatan di beberapa tempat sudah kami terima," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (10/01/2020).


ARTIKEL TERKAIT